Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kepsek Beberkan Alasan SMAN 1 Mundur dari Tanding Ulang LCC Empat Pilar dan Nasib Ocha dkk

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:38 WIB
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5). Indang menegaskan sekolah tetap pada keputusan mundur dari tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 dan segera mengirim surat resmi ke MPR RI. (Idil Aqsa Akbary/Pontianak Post)
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati bersama Josepha Alexandra (Ocha), memberikan keterangan kepada wartawan setibanya di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5). Indang menegaskan sekolah tetap pada keputusan mundur dari tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 dan segera mengirim surat resmi ke MPR RI. (Idil Aqsa Akbary/Pontianak Post)

 

 

PONTIANAK POST – Keputusan SMAN 1 Pontianak mundur dari tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 memunculkan perhatian luas dari masyarakat.

Selain alasan di balik sikap sekolah, publik kini juga menyoroti bagaimana nasib Josepha Alexandra Roxa Potifera (Ocha) dan sembilan pelajar lainnya setelah polemik lomba viral secara nasional.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan keputusan tersebut diambil agar siswa tidak terus larut dalam polemik dan bisa kembali fokus mengejar pendidikan.

“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan tidak terus larut dalam polemik. Fokus utama kami tetap pendidikan dan masa depan mereka,” ujarnya kepada Pontianak Post saat tiba bersama rombongan di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5).

Dalam pernyataan resmi sekolah, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak pernah berniat menganulir hasil lomba dan tetap mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional. Sekolah menyebut langkah yang dilakukan hanya untuk meminta klarifikasi terhadap proses penilaian final LCC.

“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” kata Indang dalam pernyataan tertulis sekolah. 

Sekolah juga memastikan tidak akan ikut apabila lomba final diulang sebagaimana keputusan MPR RI. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi psikologis siswa dan suasana pendidikan yang kondusif.

Di tengah polemik yang berkembang, Ocha dan tim justru mendapat gelombang dukungan publik. Video keberanian Ocha memprotes keputusan juri dianggap banyak pihak sebagai bentuk keberanian pelajar menyampaikan pendapat secara santun dan argumentatif. 

Anggota MPR RI sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy Karsayuda, bahkan meminta agar Ocha diberi penghargaan dan dijadikan Duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SLTA di Kalimantan Barat. 

Selain itu, Ketua Komisi II DPR RI tersebut juga menjanjikan beasiswa kuliah S1 ke China bagi seluruh anggota tim LCC SMAN 1 Pontianak.

“Mudah-mudahan setelah ini selesai, saya akan carikan beasiswa yang sama untuk adik-adik yang lain,” ujar Rifqinizamy.

Meski mendapat tawaran beasiswa dan perhatian publik, Ocha mengaku belum ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait masa depan pendidikannya. Ia memilih kembali fokus belajar di sekolah sambil berdiskusi dengan orang tua dan pihak sekolah.

“Untuk sementara saya fokus dulu belajar di sekolah. Untuk beasiswa masih ingin saya konsultasikan lagi dengan orang tua, rekan satu tim, dan pihak sekolah,” katanya.

Selama di Jakarta, Ocha dan tim juga bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Menurut Ocha, pesan agar tetap semangat dan tidak berkecil hati menjadi motivasi penting setelah polemik tersebut.

Ocha mengaku tidak menyangka video perdebatan dalam final LCC Empat Pilar bisa viral dan mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Ia menyebut dukungan publik menjadi penyemangat bagi dirinya dan tim untuk terus berkembang.

“Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka atensinya bisa sebesar ini,” ujar Ocha. 

Tim LCC SMAN 1 Pontianak terdiri dari Josepha Alexandra Roxa Potifera, Almira Khairunnisa, Kasandra Aurelia Subagio, Ahmad Zein Alaydrus, Louisa Nathania, Ansella Beyna Vebrianty, Khansa Reka Qatrunnada, Rajiq Maafi Sukandar, Naurah Widya Arfi, dan Zerlinda. (bar)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#ocha #tanding ulang #lcc #kepsek sma negeri 1 pontianak #alasan mundur