PONTIANAK POST – Sebanyak 423 siswa SMAN 1 Pontianak angkatan tahun 2026 atau angkatan 71 resmi dilepas dalam tasyakuran kelulusan yang digelar di Qubu Resort, Jumat (15/5).
Suasana haru dan penuh semangat mewarnai prosesi pelepasan siswa kelas XII yang menandai berakhirnya masa sekolah sekaligus awal perjalanan baru menuju dunia pendidikan tinggi dan karier.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, serta Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari.
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa kelulusan SMA bukanlah akhir perjuangan, melainkan gerbang awal menghadapi tantangan kehidupan yang lebih besar.
Ia meminta para lulusan terus menuntut ilmu setinggi mungkin.
“Perjalanan hidup belum selesai, perjuangan belum selesai. SMA itu belum cukup, jadi tuntutlah ilmu setinggi mungkin. Modal ilmu pengetahuan akan berguna sepanjang hayat,” ujarnya di hadapan para alumni.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan dan tantangan di masa depan.
“Untuk anak-anak kami angkatan 71, harus semangat meraih cita-cita dan jangan pantang mundur. Walaupun terjatuh, tetap semangat meraih apa yang diinginkan,” pesannya.
Sementara itu, Satarudin mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Dunia saat ini berpacu dengan teknologi. Penguasaan teknologi adalah sebuah keharusan agar kita tidak ketinggalan,” tegasnya.
Ketua IKA SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari, secara resmi menyambut para lulusan ke dalam keluarga besar alumni.
Ia berharap angkatan 71 mampu menjadi generasi yang memberi kontribusi nyata bagi Kalimantan Barat.
“Gapai cita-cita kalian setinggi langit karena cita-cita itu harus diperjuangkan. Teruslah belajar, jika capek beristirahatlah, namun jangan berhenti,” katanya.
Di balik pelaksanaan acara tersebut, panitia mengaku hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu bulan.
Namun, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan lancar berkat koordinasi yang solid.
Ketua Panitia Tasyakuran, Listy, siswa kelas XII D, mengatakan persiapan singkat menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.
“Persiapannya lumayan singkat, hanya sekitar sebulanan. Alhamdulillah semuanya bisa terkontrol dan berjalan lancar,” ujarnya.
Tasyakuran tersebut ditutup dengan penampilan seni, prosesi penghormatan kepada guru, serta sesi foto bersama yang dipenuhi suasana haru antara siswa, orang tua, dan tenaga pendidik. (erwin suryadi/ser)