PONTIANAK POST – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalbar masih menjadi perhatian serius kepolisian. Berdasarkan hasil evaluasi internal, mayoritas kecelakaan dipicu faktor kelalaian manusia (human error), seperti rendahnya disiplin berlalu lintas, pelanggaran aturan, hingga kurangnya konsentrasi saat berkendara.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar terus mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif melalui berbagai program strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Jumat (15/5).
Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro mengatakan, pihaknya secara rutin melaksanakan operasi kewilayahan seperti Operasi Keselamatan Kapuas, Operasi Patuh Kapuas, dan Operasi Zebra Kapuas.
“Kegiatan-kegiatan itu difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat serta penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ungkapnya.
Baca Juga: Barantin dan Polda Kalbar Amankan 42 Ton Pangan Ilegal dari Malaysia Siap Edar
Pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan disebutkan dia, antara lain, ada pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga melebihi batas kecepatan.
“Selain operasi penegakan hukum, kami juga terus melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan (black spot) serta rekayasa arus lalu lintas dengan menurunkan personel Patroli Jalan Raya (PJR) di jalur-jalur utama guna mencegah terjadinya kecelakaan. Di bidang edukasi, kami menggandeng media massa dan stakeholder terkait untuk mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas secara luas,” ujar Valentinus.
Ia menambahkan, pihaknya juga memperkuat langkah preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Khususnya ke generasi muda yang masih mendominasi korban kecelakaan lalu lintas.
“Sosialisasi dilakukan melalui program Polwan Go To School dan Penerangan Keliling (Penling) yang menyasar lingkungan sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini,” tambahnya.
Selain itu, penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) juga terus dioptimalkan di sejumlah titik strategis.
Baca Juga: Polres Ketapang Resmi Terapkan ETLE Handheld untuk Tilang Elektronik
“Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat secara objektif, modern, dan transparan tanpa harus selalu mengandalkan kehadiran petugas di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan, keselamatan berlalu lintas membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi batas kecepatan, serta beristirahat apabila lelah atau mengantuk saat berkendara. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan prioritas utama,” tegasnya.
Polda Kalbar berharap melalui langkah preventif, edukatif, dan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten, angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di Kalbar dapat terus ditekan.
“Sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Gencar Edukasi Bahaya Perundungan kepada Siswa SD di Kecamatan Sandai
Sementara itu, Polresta Pontianak memperkuat koordinasi penanganan kawasan Jalan Budi Karya (Ambalat) yang selama ini banyak menerima keluhan dari masyarakat.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan keluhan tersebut tak sedikit yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu akses yang dilalui tamu-tamu internasional, khususnya peserta kegiatan AVC Men's Volleyball Champions League 2026 yang menginap di Hotel Novotel Pontianak. Kondisi kawasan dinilai dapat berpengaruh terhadap citra Kota Pontianak di mata para tamu maupun masyarakat luas.
“Polresta Pontianak siap mendukung kegiatan penertiban maupun melakukan penegakan hukum apabila diperlukan demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya, baru-baru ini.
Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama melakukan penataan kawasan Ambalat agar sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam mewujudkan kota yang religius, tertib, aman, dan nyaman.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya koordinasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menata kawasan Jalan Budi Karya (Ambalat).
Ia menegaskan bahwa penataan kawasan bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Pontianak.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat mendukung langkah-langkah penataan yang akan dilakukan, sehingga kawasan Ambalat dapat menjadi kawasan yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta citra Kota Pontianak. (bar/sti)
Editor : Hanif