Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

DPRD Pontianak Desak Pemkot Segera Siapkan Blueprint Penanganan Banjir Jangka Panjang

Mirza Ahmad Muin • Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB
Wali Kota Pontianak saat meninjau pemukiman di kawasan Pontianak Barat yang terkena banjir rob, awal Desember tahun lalu. (DOK.PEMKOT PONTIANAK)
Wali Kota Pontianak saat meninjau pemukiman di kawasan Pontianak Barat yang terkena banjir rob, awal Desember tahun lalu. (DOK.PEMKOT PONTIANAK)

PONTIANAK POST - Anggota Komisi II DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya, meminta pemerintah kota segera menyiapkan blueprint penanganan banjir jangka panjang menyusul tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.

Rino menilai pengecekan keberfungsian drainase harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari parit primer, sekunder, hingga tersier di lingkungan permukiman warga.

“Kondisi cuaca seminggu ini selalu hujan, terutama sore dan malam hari. Saya mengajak dinas terkait dan masyarakat bersama-sama mengecek saluran drainase di lingkungan masing-masing,” ujarnya, Minggu (17/5).

Menurut dia, sejumlah kawasan rendah di Pontianak berpotensi mengalami banjir ketika hujan deras berlangsung berhari-hari.

Baca Juga: Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat, Dorong Pelestarian Budaya dan Permainan Tradisional

Wilayah seperti Purnama, Parit Haji Husin, hingga kawasan tepian Sungai Kapuas disebut menjadi titik rawan genangan.

Permukiman dengan drainase yang tidak berfungsi optimal juga dinilai rentan terdampak, bahkan air kerap masuk hingga ke dalam rumah warga.

Rino mengatakan kondisi itu terjadi karena kapasitas tampungan air tidak lagi seimbang dengan volume air hujan dan pasang laut yang datang bersamaan.

Keluhan warga terus muncul saat genangan berlangsung lama dan mengganggu aktivitas harian mereka.

Menurutnya, Pemkot Pontianak harus mulai mendata titik rawan banjir sebagai dasar penyusunan langkah penanganan jangka panjang.

“Kalau pembersihan saluran dan normalisasi parit itu kerja rutin jangka pendek. Harus ada terobosan dan solusi yang lebih siap,” katanya.

Ia juga menyoroti belum terealisasinya rencana pemasangan mesin pompa air di sejumlah titik rawan banjir yang sebelumnya sempat diwacanakan pemerintah kota.

Rino menegaskan kesiapan infrastruktur dan data wilayah rawan banjir penting agar penanganan genangan di Pontianak bisa dilakukan lebih cepat dan terukur. (iza)

Editor : Hanif
#blueprint #Penanganan Banjir #Desak Pemkot #Jangka Panjang #dprd pontianak