PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta kinerja Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dapat terus ditingkatkan. Saat ini, cakupan pelayanan air bersih sudah mencapai 90,54 persen.
Diakui Edi untuk mencapai pelayanan air bersih yang ideal harus dibutuhkan investasi besar. Baik sisi jaringan, teknologi, sumber daya manusia maupun keuangan. Persoalan lainnya adalah kualitas layanan PDAM kini masih dipengaruhi oleh kondisi air baku, termasuk ancaman intrusi air laut ke Sungai Kapuas yang dapat berdampak pada kualitas air.
“Pengaruh air baku tidak bisa dipungkiri. Kondisi intrusi air laut juga akan berpengaruh terhadap kualitas air. Karena itu, pegawai PDAM harus bekerja profesional, disiplin, transparan, sesuai SOP, dan menjaga integritas,” katanya.
Dia juga menyoroti kebocoran air atau non revenue water (NRW). Saat ini, tingkat kebocoran berada di angka 28,77 persen, dan ia meminta agar angka tersebut dapat ditekan menjadi di bawah 28 persen.
Baca Juga: BPS Kalbar Sebut Persentase Penduduk Lansia Terus Mengalami Peningkatan
Menurutnya, kebocoran banyak disebabkan oleh jaringan distribusi yang sudah tua dan rusak sehingga perlu diganti secara bertahap.
Selain menekan kebocoran, Edi juga mendorong peningkatan inovasi layanan berbasis digital. Aplikasi dan sistem digital, katanya, harus dimanfaatkan untuk mengelola data pelanggan, pembayaran, pengaduan, hingga mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat.
Di tempat sama Dirut Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak, Abdullah mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mencapai target-target pelayanan yang telah ditetapkan. Salah satu peningkatan penting adalah beroperasinya Instalasi Pengolahan Air Nipah Kuning dengan kapasitas 300 liter per detik.
“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” ujarnya.
Abdullah menjelaskan, Perumda Tirta Khatulistiwa juga terus menekan tingkat kebocoran air. Pada April lalu, tingkat kebocoran tercatat 28,77 persen. Sementara target yang ditetapkan tahun ini adalah 28,6 persen.
Baca Juga: Dokter Ungkap Alasan Cuci Tangan Harus Pakai Sabun, Air Saja Tak Cukup!
“Memang kami ditargetkan tahun ini 28,6 persen. Insyaallah kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-51, Perumda Tirta Khatulistiwa juga memberikan diskon sebesar 51 persen bagi pelanggan pasif yang ingin membuka kembali sambungan. Program ini khusus diberikan kepada pelanggan yang telah tidak aktif selama lebih dari empat bulan.
“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ungkapnya.
Program diskon tersebut berlaku untuk golongan rumah tangga 2A1, 2A2, dan 2A3. Masa program dimulai pada 18 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026.(iza)
Editor : Hanif