Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PKK Kalbar Gencarkan Kampanye Pencegahan Stunting di Kubu Raya

Novantar Ramses Negara • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:03 WIB
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Krisantus menyerahkan bingkisan kepada ibu hamil pada Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (19/5).  (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Krisantus menyerahkan bingkisan kepada ibu hamil pada Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (19/5). (ADPIM PEMPROV KALBAR)

PONTIANAK POST - Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Donata Krisantus, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap gizi ibu hamil dan balita sebagai langkah nyata mencegah stunting demi mewujudkan Generasi Emas Kalbar 2045.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Kesehatan, TP PKK, kader kesehatan, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.

“Kampanye peningkatan derajat kesehatan keluarga ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat di wilayah kita,” ujarnya.

Baca Juga: Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak Dorong Keberhasilan 1000 HPK di Wilayah Puskesmas Saigon Melalui Edukasi Kesiapan Laktasi

Ia juga menekankan pentingnya peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Posyandu bukan hanya tempat timbang bayi. Posyandu adalah pusat edukasi, pelayanan kesehatan, dan penggerak perubahan sosial. Karena itu, kita harus aktif, kreatif, dan kolaboratif,” tegasnya.

Donata menyampaikan bahwa angka stunting di Kalbar berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 masih berada pada angka 26,8 persen, sementara Kabupaten Kubu Raya tercatat sebesar 30,23 persen.

Namun, berdasarkan data Program Sigizi Tahun 2025, angka stunting Kalbar tercatat sebesar 14 persen dan Kabupaten Kubu Raya sebesar 8,7 persen.

Menurutnya, perbedaan data tersebut tidak perlu diperdebatkan, tetapi harus menjadi motivasi bersama untuk terus menurunkan angka stunting melalui langkah nyata dan kolaboratif.

Baca Juga: Untan Buka Prodi Baru PPDS Anestesiologi dan Magister Farmasi, Wamendiktisaintek Dorong Pemenuhan Dokter Spesialis di Kalbar

“Yang paling penting bukan memperdebatkan data, tetapi bagaimana kita bersama-sama terus bekerja menurunkan angka stunting semaksimal mungkin,” katanya.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, sekaligus meningkatkan keterampilan kader dan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal.

Donata juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, lintas sektor, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga ibu hamil.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk bertekad bahwa tidak boleh ada stunting. Kita harus terus berupaya mencegah anak-anak Kalbar lahir dalam kondisi stunting melalui persiapan sejak usia remaja, terutama remaja putri agar siap memasuki masa kehamilan dengan tubuh sehat dan pengetahuan gizi yang memadai,” tutupnya. (mse/r)

Editor : Hanif
#edukasi gizi #stunting #PKK Kalbar #Kampanye #posyandu