PONTIANAK POST — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya situs judi online yang masih mudah ditemukan di berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang rentan terpengaruh perkembangan teknologi digital tanpa pengawasan yang memadai.
Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Edi, mengatakan kemajuan teknologi saat ini memang membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan baru apabila tidak digunakan secara bijak.
Menurutnya, promosi judi online yang kini beredar luas di media sosial kerap dikemas secara menarik sehingga mudah memancing rasa penasaran, terutama di kalangan remaja dan anak muda.
“Kami sangat prihatin karena sampai sekarang masih banyak ditemukan situs judi online yang beredar di media sosial. Ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda yang rentan terpengaruh,” kata Gusti Edi, Rabu (20/5)
Ia menegaskan, judi online bukan hanya persoalan pelanggaran hukum semata, tetapi juga berpotensi merusak mental, ekonomi, hingga masa depan seseorang apabila telah mengalami kecanduan.
Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mengalami kerugian finansial karena tergoda mengejar keuntungan instan melalui perjudian daring.
“Banyak kasus yang menunjukkan seseorang rela menghabiskan uang demi mengejar kemenangan instan. Padahal dampaknya sangat merugikan,” ujarnya.
Baca Juga: Pinjol Jadi Penghambat Kredit Rumah Subsidi, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Berikan Jalan Keluar
Selain judi online, BPM Kalbar juga menyoroti maraknya praktik pinjaman online ilegal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Kemudahan pencairan dana secara cepat disebut kerap membuat masyarakat terlilit utang berkepanjangan.
“Pinjaman online juga harus diwaspadai. Banyak masyarakat yang awalnya hanya mencoba, tetapi akhirnya kesulitan membayar dan terjerat masalah ekonomi yang berkepanjangan,” katanya.
Gusti Edi mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur dengan tawaran memperoleh uang secara instan tanpa usaha yang jelas. Ia menilai pola pikir seperti itu justru dapat membawa dampak buruk dalam kehidupan sosial maupun ekonomi..
“Generasi muda jangan mudah tergiur dengan iming-iming mendapatkan uang secara instan. Kalau ingin banyak uang, perbanyak menabung dan bekerja keras. Hasil dari kerja sendiri tentu lebih mulia dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat bekerja keras, disiplin, dan hidup sederhana harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki mental kuat menghadapi tantangan kehidupan di era digital saat ini.
Di sisi lain, BPM Kalbar juga meminta para orang tua lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial anak-anak agar tidak terpapar konten negatif, termasuk promosi judi online maupun pinjaman online ilegal.
Menurut Gusti Edi, lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada generasi muda terkait bahaya perjudian online yang dapat menghancurkan masa depan.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk saling mengingatkan. Jangan sampai anak-anak muda kita kehilangan masa depan hanya karena terjerumus dalam perjudian online,” katanya lagi.
BPM Kalbar berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memperkuat pengawasan terhadap situs-situs judi online yang masih bebas beredar di internet dan media sosial.
Selain itu, generasi muda di Kalimantan Barat juga diajak untuk lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, usaha produktif, dan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masa depan.
Baca Juga: Pinjol Bikin Gagal Kredit Rumah, Ribuan Warga Kalbar Terdampak
“Kami berharap generasi muda bisa menjauhi hal-hal negatif yang dilarang agama maupun norma kehidupan bermasyarakat. Gunakan masa muda untuk hal-hal yang bermanfaat dan membanggakan keluarga,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair