PONTIANAK POST - Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kalbar. Hingga Selasa (19/5), sedikitnya tiga kabupaten terdampak, yakni Kubu Raya, Sintang, dan Ketapang. Ribuan kepala keluarga (KK) tercatat menjadi korban, bahkan ratusan di antaranya terpaksa mengungsi.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel mengungkapkan, banjir dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat, dan meluap ke permukiman warga,” ujarnya, Selasa (19/5).
Di Kabupaten Kubu Raya, banjir merendam wilayah Kecamatan Sungai Ambawang, tepatnya Desa Pasak Piang. Sebanyak 714 KK atau 2.411 jiwa terdampak. Hingga kini, air masih menggenangi permukiman warga.
Baca Juga: BMKG Imbau Waspada Banjir Rob di Pontianak Pekan Ini: Catat Tanggal dan Jamnya!
Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak. Di antaranya satu pondok pesantren, dua sekolah, satu mushola, dan satu masjid. Meski demikian, belum ada warga yang mengungsi. “Namun, terdapat 50 jiwa lansia yang masuk kelompok rentan terdampak,” ungkapnya.
Kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Sintang. Banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai. Total 3.835 KK terdampak, dengan 186 KK di antaranya terpaksa harus mengungsi.
Tak hanya merendam rumah warga, banjir di sana juga merusak infrastruktur. Satu jembatan dilaporkan mengalami kerusakan hingga miring, sehingga mengganggu akses warga, terutama jalur penghubung antar dusun.
Selain itu, lima rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Sejumlah fasilitas desa juga terendam. “Kerusakan jembatan menyebabkan akses masyarakat terganggu,” jelas Daniel.
Saat ini, BPBD bersama tim terkait masih melakukan pemantauan, dan pendataan di lapangan. Sejumlah kebutuhan mendesak mulai disiapkan, seperti perahu karet, makanan siap saji, air bersih, hingga obat-obatan.
Sementara itu, di Kabupaten Ketapang, banjir juga terjadi di Kecamatan Sandai sejak Senin (18/5). “Namun hingga kini, jumlah warga terdampak maupun kerusakan masih dalam proses pendataan,”katanya.
Secara umum, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Kubu Raya, status tersebut berlaku sejak 13 Januari hingga 30 Juni 2026, dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.
“BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pesannya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memperbarui peringatan dini cuaca pada Senin (18/5/2026) pukul 21.20 WIB. Sejumlah wilayah di Kalbar diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Kalimantan Barat menyebutkan, kondisi cuaca tersebut berpeluang terjadi mulai pukul 21.50 WIB, terutama di wilayah Kabupaten Sintang meliputi Kecamatan Sintang, Sungai Tebelian, dan Binjai Hulu serta daerah sekitarnya.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi dan dapat meluas ke sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Selain Kabupaten Sintang, cuaca serupa diprakirakan dapat meluas ke Kabupaten Sanggau, antara lain Kecamatan Kapuas, Mukok, Jangkang, Bonti, Parindu, Tayan Hulu, Tayan Hilir, Balai, dan Toba.
Di Kabupaten Sintang bagian lainnya, potensi hujan juga dapat terjadi di Kecamatan Tempunak, Sepauk, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, Dedai, dan Kelam Permai. Sementara di Kabupaten Kapuas Hulu berpotensi melanda Kecamatan Semitau dan Silat Hilir.
BMKG juga mencatat wilayah Kabupaten Landak seperti Ngabang dan Jelimpo, Kabupaten Sekadau meliputi Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Belitang Hilir, Belitang Hulu, dan Belitang, serta Kabupaten Melawi di Kecamatan Belimbing, Sayan, dan Belimbing Hulu turut berpotensi terdampak.
Tak hanya itu, Kabupaten Kubu Raya khususnya Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Ambawang juga masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami kondisi cuaca serupa.
BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga pukul 00.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.(bar)
Editor : Hanif