Ketua DPRD Pontianak Dorong APEKSI Bahas Fiskal hingga Tantangan Perkotaan

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:11 WIB
Satarudin
Satarudin

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin berharap kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) regional Kalimantan di Kota Pontianak mampu menghasilkan rumusan yang mampu menjawab tantangan dan persoalan perkotaan.

“Saya berharap, pertemuan Apeksi regional Kalimantan di Kota Pontianak mampu menjawab berbagai tantangan dan persoalan di perkotaan. Sebab ke depan, berbagai permasalahan di perkotaan akan semakin pelik. Pertemuan di Apeksi ini dapat menyatukan pandangan sekaligus berdiskusi terkait geliat perkotaan dari segala sektor,” ujar Satarudin, Jumat (22/5).

Satar mengatakan, efisiensi anggaran hingga pengurangan transfer ke daerah dari pusat, menjadi tantangan bagi Kota Pontianak dan kota lainnya yang tergabung dalam Apeksi. Melihat persoalan ini, sudah semestinya menjadi pelecut untuk meningkatkan segala potensi yang dimiliki daerah perkotaan.

Seperti Kota Pontianak, pemasukan saat ini memang ditopang dari sektor perdagangan, pelayanan dan jasa. Sebagai kota jasa, sudah semestinya potensi di sektor ini harus semakin dikuatkan.

Baca Juga: Polres Singkawang Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Balap Liar dan Tawuran

Kemudian lanjut dia, di Apeksi ini diharap tidak hanya sekedar pertemuan Wali Kota saja. Paling penting, Apeksi harus memiliki  suatu terobosan dan berbagai rumusan yang bisa menjadi acuan dalam penanganan persoalan di perkotaan.

Menurutnya ke depan tantangan persoalan perkotaan semakin banyak. Seperti jumlah penduduk setiap tahun pasti bertambah. Kemacetan,  persoalan ketersediaan peluang lapangan pekerjaan hingga tanggap bencana. Kota Pontianak sendiri kata dia persoalannya begitu kompleks.

Maka dari itu, perlu banyak terobosan untuk mengikuti ritme perkotaan ini. Pada kesempatan itu, Satar juga mendorong dalam memecahkan suatu persoalan dasarnya ada di data. Ketika data sudah dimiliki dan terintegrasi, maka untuk melakukan percepatan penanganan setiap persoalan akan semakin cepat.

Integrasi data harus seragam khususnya di Pemkot Pontianak. Ini harus bisa direalisasikan. Dengan adanya satu data berkelanjutan, maka tidak sulit untuk menerapkan kebijakan yang memiliki manfaat banyak bagi masyarakat luas.

“Saya rasa ini tidak sulit diterapkan. Ego sektoral antar OPD ditekan. Tujuannya satu, demi percepatan pembangunan disegala sektor. Ke depan tantangan persoalan perkotaan ini semakin banyak,” tegasnya.(iza)

Editor : Hanif
tantangan fiskal raker Apeksi solusi konkret kota pontianak