PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, penguatan koordinasi antar lembaga menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Harisson di Pontianak baru-baru ini
Menurut Harisson, Forum SIKADA memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk menyelaraskan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan agar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Ia menilai isu pengendalian inflasi, penguatan UMKM, peningkatan investasi, hingga perluasan akses keuangan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.
“Kita harus terus memperkuat sinergi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang lebih berkualitas,” katanya.
Harisson juga menyampaikan realisasi keuangan daerah Kalbar. Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2025 unaudited, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,10 triliun atau 100,97 persen dari target Rp6,04 triliun.
Sementara hingga 15 Mei 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp1,79 trilliun atau 32,89 persen dari target Rp5,45 triliun, sedangkan realisasi belanja daerah mencapai Rp985,4 miliar atau 16,85 persen dari target Rp5,84 triliun.
“Data ini menunjukkan bahwa percepatan efektivitas pelaksanaan program pembangunan tetap menjadi perhatian bersama agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus terjaga secara optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan kondisi ekonomi global masih dipengaruhi gejolak harga minyak dunia dan arus modal asing yang berdampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
Baca Juga: PLN Hidupkan Kembali Kejayaan Jeruk Tebas untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sambas
“Kondisi ekonomi global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia dan aliran modal asing. Ini tentu berdampak terhadap nilai tukar dan perekonomian nasional maupun daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Doni menilai pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat masih relatif baik dan ditopang sektor perdagangan besar serta pertambangan. Konsumsi rumah tangga di Kalbar juga dinilai tetap kuat karena didorong berbagai kegiatan budaya dan keagamaan.
Namun ia mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, mulai dari penurunan luas lahan pertanian, tantangan ekspor, hingga hambatan pasokan batubara untuk industri pengolahan alumina.
“Kita perlu mendorong sektor-sektor usaha baru di luar industri sawit dan pertambangan, termasuk memperkuat UMKM agar ekonomi Kalbar lebih tahan terhadap gejolak global,” tegasnya.(mse)
Editor : Hanif