Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Apkasindo Targetkan Beasiswa Sawit untuk Anak Petani di Kalbar Diperluas, Kuota Bisa Tembus Ratusan Mahasiswa

Siti Sulbiyah • Senin, 25 Mei 2026 | 14:44 WIB
Prosesi pelantikan pengurus DPW Apkasindo Kalbar yang digelar di Universitas Tanjungpura (Untan), Sabtu (23/5). (SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST)
Prosesi pelantikan pengurus DPW Apkasindo Kalbar yang digelar di Universitas Tanjungpura (Untan), Sabtu (23/5). (SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Kalimantan Barat menargetkan perluasan program beasiswa sawit bagi anak-anak petani pada tahun mendatang.

Ketua Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi mengatakan, salah satu fokus utama organisasi saat ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan regenerasi petani sawit di Kalimantan Barat.

“Memang fokus awal kita ini di SDM, untuk pengembangan sumber daya manusia dan regenerasi petani. Sekarang sudah banyak yang milenial untuk menggantikan petani-petani yang sudah tua,” ujarnya, usai kegiatan Pelantikan DPW Apkasindo Kalbar sekaligus Workshop Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk yang digelar di Universitas Tanjungpura (Untan), Sabtu (23/5).

Baca Juga: Apkasindo Kalbar Minta Pemerintah Carikan Solusi Penyegelan Lahan oleh Satgas PKH

Ia menjelaskan, program beasiswa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus mengalami peningkatan.

Pada 2025 lalu, sebanyak 30 anak petani sawit asal Kalbar memperoleh beasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama. Tahun 2026 ini, jumlah penerima kembali mencapai 30 orang.

Menurutnya, sebelum adanya program BPDPKS, bantuan pendidikan bagi anak petani sawit juga pernah diberikan melalui berbagai skema lainnya.

Baca Juga: Rapergub Beasiswa PAUD Non-ASN Diharmonisasi, Kemenkum Kalbar Dorong Pendidikan Berkualitas

Indra menambahkan, pihaknya menargetkan semakin banyak perguruan tinggi di Kalbar menjadi mitra program beasiswa BPDPKS pada tahun depan.

“Tahun depan insyaallah mudah-mudahan Untan Pontianak, Unka di Sintang, Poltek dan Polnep kita ajak bareng-bareng. Tahun depan target kita empat universitas,” katanya.

Ia optimistis, jika semakin banyak kampus di Kalbar bergabung dalam program tersebut, maka jumlah penerima beasiswa juga akan meningkat signifikan.

“Kalau ada beberapa universitas yang masuk, bisa ratusan juga di Kalimantan Barat ini universitas yang menerima anak-anak untuk beasiswa BPDPKS,” ujarnya.

Program beasiswa SDM Sawit sendiri mencakup jenjang pendidikan D1, D2, D3, D4 hingga S1 yang tersebar di puluhan lembaga pendidikan di Indonesia.

Pada 2026, jumlah perguruan tinggi mitra BPDPKS meningkat menjadi 44 universitas dengan total kuota mencapai 6.000 beasiswa.

Dari Kalimantan Barat, pada tahun lalu tercatat sebanyak 251 mahasiswa dikirim untuk mengikuti pendidikan. Tak hanya di Kalbar, mereka juga ada yang menempuh pendidikan di berbagai daerah seperti Aceh, Medan, Pekanbaru hingga Bandung.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung menegaskan Kalimantan Barat merupakan wilayah dengan perkebunan sawit terluas kedua di Indonesia sehingga layak mendapatkan perhatian besar, termasuk dalam pengembangan SDM sawit.

Baca Juga: Apkasindo Sambut Positif Pernyataan Prabowo Soal Sawit, Soroti Pentingnya Revisi Regulasi

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program beasiswa SDM Sawit dan berharap jumlah universitas mitra BPDPKS terus bertambah pada tahun mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Ignasius IK mengapresiasi pelaksanaan workshop pengendalian Ganoderma dan kumbang tanduk yang dinilai penting bagi petani sawit.

“Kami sangat mengapresiasi teman-teman dari Apkasindo yang sudah mengerjakan kegiatan ini. Setidaknya sebagai mitra kita, mereka bisa membantu masyarakat memahami lebih jauh terkait ganoderma dan kumbang tanduk sehingga bisa melakukan antisipasi dini jika terjadi serangan,” ujarnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Apkasindo Kalbar #petani kelapa sawit #sawit