PONTIANAK POST — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menilai Bank Kalbar perlu melakukan inovasi dan ekspansi bisnis yang lebih agresif agar tidak terus bergantung pada sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sebagai sumber utama pendapatan bank daerah tersebut.
Menurut Heri, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Kalbar memiliki posisi strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat perekonomian daerah melalui pembiayaan sektor-sektor produktif masyarakat.
“Saya berkali-kali mengatakan bahwa urat nadi otonomi daerah itu berkaitan dengan PAD, dan salah satunya memang ada di BUMD-BUMD, termasuk Bank Kalbar,” kata Heri, Senin (25/5).
Baca Juga: Mancing Massal HUT Bank Kalbar di Sungai Jawi Pontianak Diserbu 3.200 Peserta
Ia menilai selama ini Bank Kalbar telah memiliki pasar yang relatif kuat karena sebagian besar transaksi keuangan pegawai negeri di Kalimantan Barat menggunakan layanan perbankan tersebut.
Namun kondisi itu, menurutnya, tidak boleh membuat Bank Kalbar terlena tanpa melakukan diversifikasi bisnis.
“Hampir semua kegiatan pegawai negeri di Kalimantan Barat ini sudah berbankan Bank Kalbar. Tapi menurut saya, yang masih perlu dikritisi adalah bagaimana Bank Kalbar terus berinovasi dan serius membantu UMKM di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Heri mengatakan ketergantungan terhadap pasar ASN berpotensi menjadi tantangan di masa depan seiring semakin ketatnya persaingan perbankan nasional yang mulai masuk ke segmen pasar yang sama.
Baca Juga: Bank Kalbar Gelar Donor Darah HUT Ke-62 dengan Target 400 Kantong Darah
Ia mencontohkan sejumlah bank konvensional nasional seperti BRI maupun BSI yang kini juga aktif menyasar nasabah dari kalangan pegawai negeri.
“Kalau Bank Kalbar hanya mengandalkan pendapatan dari pegawai negeri saja, saya pikir ke depan persaingan akan semakin berat,” katanya.
Karena itu, ia mendorong Bank Kalbar mulai memperluas penetrasi bisnis ke sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki potensi besar di Kalimantan Barat, seperti pertanian, perkebunan, hingga sektor perikanan dan nelayan.
“Kita punya potensi pertanian yang luar biasa, perkebunan yang besar, kemudian sektor nelayan juga. Ini harus dilirik sebagai lahan pengembangan usaha Bank Kalbar,” tegas politisi senior partai Golkar Kalbar ini.
Selain memperkuat pembiayaan produktif, Heri juga berharap Bank Kalbar dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM di daerah melalui berbagai program kredit dan inovasi layanan keuangan yang lebih inklusif.
Ia tetap mengapresiasi kinerja Bank Kalbar selama ini, namun menilai langkah transformasi dan inovasi tetap diperlukan agar bank daerah tersebut mampu bersaing secara berkelanjutan.
Baca Juga: Aksi Donor Darah HUT ke-62 Bank Kalbar Targetkan 400 Kantong
“Kerja keras sudah dilakukan dan kita apresiasi. Tapi Bank Kalbar harus mulai melakukan inovasi-inovasi baru agar tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Heri juga menyinggung kinerja sejumlah BUMD lain di Kalimantan Barat yang menurutnya masih perlu diperkuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD.
Ia menyebut beberapa BUMD seperti Jamkrida mulai menunjukkan tren positif, sementara perusahaan daerah lainnya diharapkan dapat terus berbenah dan meningkatkan performa usaha.
“Jamkrida sekarang sudah mulai terlihat bagus dan positif. Mudah-mudahan Prusda ke depan juga bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair