Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polresta Pontianak Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan Berkedok Donor Darah

Mirza Ahmad Muin • Senin, 25 Mei 2026 | 17:00 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat mendonorkan darahnya di HUT ke-54 PMI Kota Pontianak. (ISTIMEWA)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat mendonorkan darahnya di HUT ke-54 PMI Kota Pontianak. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan kebutuhan donor darah setelah muncul laporan adanya pihak yang meminta uang kepada keluarga pasien maupun warga yang mencari pendonor darah di Pontianak.

Imbauan itu disampaikan Kapolresta Pontianak, Endang Tri Purwanto saat menghadiri kegiatan donor darah HUT ke-54 PMI Kota Pontianak, Minggu (24/5).

Endang mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya orang yang mengaku bersedia mendonorkan darah, tetapi meminta imbalan berupa uang maupun makanan kepada pihak yang membutuhkan.

“Ada yang meminta Rp50 ribu atau sejumlah uang lainnya dengan alasan bersedia mendonorkan darah,” ujarnya.

Menurutnya, pola tersebut patut diwaspadai karena dapat mengarah pada dugaan tindak penipuan maupun pemerasan.

Polisi Mulai Memantau

Meski belum ada laporan pidana resmi, kepolisian mulai melakukan pemantauan dan sosialisasi agar masyarakat tidak menjadi korban modus serupa.

“Jangan sampai orang yang sedang membutuhkan darah justru dijadikan ladang mencari keuntungan,” tegasnya.

Endang meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada nomor atau akun yang tidak jelas identitasnya serta tidak langsung memberikan uang kepada pihak yang mengaku sebagai pendonor.

Ia mengimbau warga memastikan informasi kebutuhan darah melalui PMI, rumah sakit, maupun keluarga pasien yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ajar Warga Rutin Mendonor

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat rutin mendonorkan darah karena kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai 125 hingga 140 kantong per hari.

Sementara itu, jumlah pendonor harian rata-rata hanya berkisar 75 hingga 100 kantong sehingga stok darah masih sering mengalami kekurangan.

“Kita membutuhkan lebih banyak pejuang kemanusiaan lewat donor darah,” katanya.

Edi menegaskan donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang harus dijaga kepercayaan dan kemurniannya agar niat baik masyarakat tidak dimanfaatkan oknum tertentu.

Ia juga mengapresiasi PMI, komunitas pendonor, dan masyarakat yang terus aktif membantu memenuhi kebutuhan darah warga Pontianak setiap hari.

 “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk PMI. Mudah-mudahan momentum ini memperluas semangat kemanusiaan dan semakin banyak warga Pontianak yang mau mendonorkan darah,” pungkasnya. (iza)

Editor : Hanif
#imbalan uang #donor darah #Modus Penipuan #polresta pontianak