PONTIANAK POST — Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia (Ditjen IDP HAM) Kalimantan Barat memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghormatan hak asasi manusia (HAM), termasuk dalam penggunaan media sosial dan kehidupan sehari-hari.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kalbar, Untung Wibawa, mengatakan penghormatan HAM harus dimulai dari sikap sederhana seperti menghargai pendapat orang lain, menghindari diskriminasi, dan menjaga toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
“Penghormatan terhadap hak asasi manusia harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Pontianak, Kamis (28/5/2026).
Menurut Untung, perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan baru dalam implementasi nilai-nilai HAM.
Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan ruang digital agar tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang merugikan pihak lain.
“Etika dalam ruang digital juga merupakan bagian penting dari implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia,” katanya.
Ia menilai meningkatnya kesadaran HAM dapat membantu mencegah berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan, hingga perlakuan tidak adil di lingkungan sosial.
Ditjen IDP HAM Kalbar terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah, hingga komunitas sosial untuk memperkuat pemahaman mengenai hak asasi manusia.
Program tersebut diharapkan mampu membangun kehidupan sosial yang lebih damai dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Untung juga mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai toleransi dan kemanusiaan di lingkungan sekitar.
“HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. (ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro