Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Buka Peluang Mitra Global di GCF Task Force Ke-16, DLHK Kalbar Adopsi Inovasi Bioekonomi

haryadi PP • Selasa, 2 Juni 2026 | 09:49 WIB
Perwakilan DLHK Kalbar mengikuti forum GCF Task Force ke-16 di Kolombia. Kalbar memperkenalkan strategi restorasi gambut berbasis 3R yang menggabungkan perlindungan lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. (ISTIMEWA)
Perwakilan DLHK Kalbar mengikuti forum GCF Task Force ke-16 di Kolombia. Kalbar memperkenalkan strategi restorasi gambut berbasis 3R yang menggabungkan perlindungan lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Kalimantan Barat membawa misi restorasi gambut berbasis masyarakat ke panggung internasional. Melalui forum Governors' Climate and Forests (GCF) Task Force ke-16 di Kolombia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar memperkenalkan strategi restorasi gambut ramah lingkungan berbasis 3R yang dinilai mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan yang terdiri dari Rewetting (pembasahan kembali), Revegetation (penanaman kembali), dan Revitalization (penguatan ekonomi masyarakat) tersebut dipresentasikan sebagai praktik baik pengelolaan bentang alam berkelanjutan yang telah diterapkan di Kalbar.

Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) DLHK Kalbar, Hairil Anwar, mengatakan forum internasional itu menjadi kesempatan penting bagi Kalbar untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan hutan tropis dan ekosistem gambut.

"Pertemuan yang berlangsung 18 hingga 22 Mei lalu menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan, agroforestri, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pariwisata berbasis masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat adat dan lokal," katanya, Senin (1/6).

Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Polda Metro Hentikan Penyidikan 3 Tersangka via Restorative Justice

Dari Gambut ke Ekonomi Warga

Dalam forum yang digelar di Florencia, Departemen Caquetá, Kolombia, DLHK Kalbar menyoroti keberhasilan pendekatan restorasi gambut berbasis 3R yang diperkuat melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).

Model tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem gambut yang rusak, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai relevan bagi Kalbar yang selama bertahun-tahun menghadapi ancaman karhutla akibat kerusakan ekosistem gambut.

Menurut Hairil, pengalaman dari berbagai negara dan daerah anggota GCF Task Force memberikan inspirasi baru bagi pengembangan pembangunan berbasis bentang alam di Kalbar.

Praktik agroforestri, pengelolaan komoditas berkelanjutan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis hutan menjadi sejumlah model yang berpotensi diadaptasi di daerah.

Baca Juga: Negara-Negara ini Sukses Bangun Rel Kereta Api di Lahan Gambut, Kalimantan Selanjutnya

"Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa konservasi hutan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan," ujarnya.

Peluang Kolaborasi Global

Forum GCF Task Force merupakan jaringan kerja sama internasional yang mempertemukan pemerintah daerah pemilik hutan tropis dari berbagai negara untuk memperkuat aksi iklim dan pembangunan rendah emisi.

Pertemuan tahun ini memiliki arti penting karena berlangsung setelah Konferensi Perubahan Iklim Dunia (COP-30) dan menjadi wadah memperkuat implementasi komitmen iklim melalui konsep New Forest Economy atau Ekonomi Hutan Baru.

Konsep tersebut menempatkan hutan sebagai sumber pembangunan berkelanjutan melalui bioekonomi, restorasi ekosistem, infrastruktur hijau, dan pengembangan produksi yang ramah lingkungan.

Hairil menilai keikutsertaan Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra internasional dalam mendukung program kehutanan, perlindungan gambut, dan aksi iklim di daerah.

Baca Juga: Apple Disebut Ubah Total Warna iPhone 18 Pro, Dark Cherry dan Light Blue Jadi Sorotan Utama

"Selain memperkuat jejaring kerja sama internasional, partisipasi ini juga membuka peluang dukungan dan kolaborasi global bagi program iklim dan kehutanan di Kalimantan Barat," katanya.

Komitmen Jaga Hutan Tropis

Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan capaian Kalbar dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan kepada komunitas internasional.

Menurutnya, praktik restorasi gambut yang diterapkan Kalbar tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Forum ini menjadi wadah strategis bagi Kalbar untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari berbagai yurisdiksi lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan hutan, gambut, dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Adi Yani menilai banyak praktik baik yang dapat diadaptasi di Kalbar, terutama dalam pengembangan bioekonomi berbasis masyarakat, agroforestri, dan pengelolaan bentang alam yang menjaga keseimbangan antara konservasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan kolaborasi antardaerah dan antarnegara menjadi kunci menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

"Melalui partisipasi aktif dalam GCF Task Force, Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan global menjaga hutan tropis, mengembangkan ekonomi hijau, dan mewujudkan pembangunan rendah emisi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (yad)

Editor : Hanif
#bioekonomi #internasional #DLHK Kalbar #restorasi gambut #Iklim