Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gubernur Kalbar Tekankan Pancasila Harus Hidup Melalui Tindakan Nyata Masyarakat

Novantar Ramses Negara • Selasa, 2 Juni 2026 | 12:42 WIB
Gubernur Kalbar, Ria Norsan
Gubernur Kalbar, Ria Norsan

PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak seluruh masyarakat untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (1/6).

Norsan menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan ideologi yang hidup (living ideology) dan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang menjaga kita tetap kokoh di tengah keberagaman. Tugas kita hari ini bukan lagi memperdebatkannya, melainkan membumikan nilai-nilainya melalui gotong royong, keadilan sosial, dan sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga: Edi Rusdi Kamtono Sebut Pancasila Menjadi Perekat Keberagaman Masyarakat Pontianak

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi bersama untuk menilai sejauh mana nilai-nilai luhur Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi refleksi bersama sejauh mana nilai-nilai dasar negara telah kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Norsan menilai tantangan terbesar bangsa saat ini bukan terletak pada pemahaman terhadap Pancasila, melainkan pada kemampuan menerjemahkan setiap sila ke dalam tindakan konkret untuk menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan yang terus berkembang.

“Pancasila akan hidup apabila dipraktikkan. Ketika kita membantu sesama tanpa memandang latar belakangnya, di situlah nilai kemanusiaan dan persatuan bekerja. Karena itu, mari kurangi perdebatan yang tidak produktif dan mulai menghadirkan aksi nyata dari lingkungan terdekat,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Di tengah perkembangan teknologi informasi, generasi muda dituntut menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme, hoaks, serta berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

Baca Juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Pancasila Menyatukan Langkah ASN di Hari Libur

Ia mengajak para pemuda memanfaatkan ruang digital secara bijak dengan membangun narasi positif yang memperkuat persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ideologi bangsa. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persatuan, dan optimisme demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #gubernur kalbar #Indonesia Emas 2045 #nilai pancasila