Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Inflasi Kota Pontianak Masih Terkendali, Wali Kota Siapkan Langkah Antisipasi

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:44 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat angka inflasi Kota Pontianak masih di bawah 2,5 persen dan masih terkendali. Meski begitu, dia juga akan menyiapkan opsi antisipasi menghadapi inflasi tinggi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Demikian dikatakannya, Rabu (3/6).

“Untuk inflasi ini kami terus pantau. Update terbaru, angka inflasi masih di bawah 2,5 persen. Artinya angka inflasi di Pontianak masih terkendali. Dalam upayanya menjaga agar harga-harga tetap stabil, pemantauan harga komoditas pokok terus dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” ujar Edi.

Menurutnya dengan pemantauan harga jual komoditas pokok baik itu di pasar tradisional, pasar moderen hingga ke distributor dapat sebagai dasar dalam pencegahan terjadinya inflasi. Dengan mengetahui alur pasok distribusi kebutuhan pokok, maka tim bisa melihat stok dengan permintaan. Ketika stok tercukupi pastinya mampu memenuhi permintaan dari masyarakat. Dengan begitu, harga bisa tetap stabil.

Selain melakukan pemantauan rantai pasok distribusi pangan, pihaknya juga melaksanakan pasar murah. Kata Edi pasar murah dibuka dengan mengambil momentum perayaan hari besar dan dibuka di enam kecamatan. Tujuannya untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan harga pangan dengan harga yang murah.

Baca Juga: Kementerian Ekraf dan GBCI Perkuat Edukasi Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045

Edi juga menyiapkan beberapa opsi antisipasi jika ke depan terjadi inflasi tinggi di Pontianak. Seperti penggunaan dana tak terduga jika diperlukan. Namun untuk saat ini, kesemuanya masih dalam taraf aman.

Edi juga minta, harga komoditi pokok ini untuk terus diupdate data harganya. Baik itu di pasar tradisional dan pasar moderen. Menurutnya, dengan selalu update data harga pangan, dapat membuat harga menjadi stabil. Namun jika harga kebutuhan pokok ini tidak update, dapat membuat harga justru tidak stabil.

Masyarakat juga diminta untuk belanja secukupnya. Belilah kebutuhan pokok seperlunya saja. Jangan berlebihan apalagi sampai menimbun. Ketika situasi ini terjadi, maka akan berefek pada kelangkaan barang di pasar. Jika konsumen panik, maka pasar juga akan bergerak mengikuti ritme sehingga bisa terjadi gejolak inflasi.

Soal dolar yang masih menguat dan menekan rupiah. Diakui Edi memang sedikit banyak turut berpengaruh. Apalagi untuk bahan pokok pangan yang komoditasnya dibeli dengan menggunakan mata uang dolar. (iza)

Editor : Hanif
#terkendali #Pasar murah #tpid #kota pontianak #inflasi