PONTIANAK POST – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Gerakan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan di 30 kabupaten sentra komoditas strategis perkebunan di Indonesia, Rabu (3/6/2026). Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang difokuskan pada pengembangan komoditas tebu.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan penguatan ekonomi nasional. Melalui program hilirisasi perkebunan, pemerintah mendorong peningkatan produksi dan nilai tambah berbagai komoditas unggulan seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, dan pala yang tersebar di sejumlah provinsi.
Kegiatan tanam serentak dilaksanakan secara hibrida dengan pusat kegiatan nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Penanaman dilakukan secara serentak di berbagai daerah sesuai komoditas unggulan masing-masing wilayah.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, mengatakan bahwa program yang diinisiasi Menteri Pertanian tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani pekebun.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Percepat Penyelesaian Aset Tanah Eks Kebun Binatang di Kubu Raya
“Program ini menjadi wujud nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Tugas yang diberikan pemerintah melalui PT SGN tidak hanya pada komoditas tebu, tetapi juga komoditas perkebunan lainnya. Untuk tebu, pelaksanaan sudah dimulai sejak akhir 2025 dan berjalan dengan baik. Kami berharap pada 2026 program ini mampu meningkatkan produksi dan mewujudkan swasembada gula konsumsi tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D., menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perkebunan mendapat mandat untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan guna mendorong hilirisasi, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan ekspor.
“Dalam rangka percepatan hilirisasi komoditas perkebunan, kami melaksanakan gerakan tanam serentak di 30 kabupaten pada 12 provinsi untuk empat komoditas utama, yaitu tebu, kopi, kakao, dan kelapa,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan pengembangan kawasan tebu seluas 97.970 hektare secara nasional. Selain itu, pengembangan kawasan kelapa dialokasikan sekitar 171.000 hektare, kopi sekitar 100.000 hektare, serta dukungan untuk komoditas pala dan kakao.
Di Kabupaten Pati, kegiatan tanam serentak dipusatkan di Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, yang merupakan salah satu wilayah pengembangan tebu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, BRMP Jawa Tengah, BPTP Pontianak, Katimker CWS Kabupaten Pati, camat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kepala desa, serta para petani penerima manfaat.
BPTP Pontianak Kawal Pengembangan Kawasan Tebu
Sebagai penanggung jawab kegiatan pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Pati, Balai Pelindungan Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak turut berperan aktif dalam pelaksanaan program ini.
Kepala BPTP Pontianak menyampaikan bahwa gerakan tanam serentak diharapkan dapat meningkatkan minat petani untuk melakukan bongkar ratoon serta perluasan areal tanam tebu melalui peremajaan maupun penggantian varietas unggul.
“Tanam tebu serentak ini diharapkan dapat meningkatkan minat petani tebu di Kabupaten Pati untuk mengikuti kegiatan bongkar ratoon dan perluasan area tebu, baik melalui peremajaan maupun pergantian varietas. Pada akhirnya, langkah ini akan bermuara pada peningkatan produksi dan produktivitas tebu,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program pengembangan kawasan tebu, kelompok dan kelembagaan petani diberikan kesempatan untuk mengajukan diri sebagai penerima manfaat dengan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, proses identifikasi calon petani dan calon lokasi masih terus dilakukan guna mencapai target luasan pengembangan yang telah ditetapkan untuk Kabupaten Pati.
Pemkab Pati Berikan Dukungan Penuh
Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap program hilirisasi perkebunan yang digagas pemerintah pusat. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, S.STP., M.Si., menilai pengembangan kawasan tebu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah komoditas, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPTP Pontianak, serta para petani, pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Pati diharapkan menjadi salah satu penggerak utama keberhasilan program hilirisasi perkebunan nasional sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan dan gula nasional. (r/pms).
Editor : Hanif