PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Flora Kecamatan Pontianak Utara tengah dikebut pengerjaannya. Namun dia agak ragu dengan target penyelesaian bangunan fisik oleh pemerintah pusat dapat terselesaikan di bulan ini. Dia lebih optimis, pengerjaannya dapat selesai di akhir tahun mendatang.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flora saat ini tengah dikerjakan oleh kontraktor. Luasannya besar. Target dari pemerintah di bulan Juni ini selesai. Pak Menteri kemarin ada kunjungan ke Kalbar. Beliau memantau progress pembangunan sekaligus mempercepat penyelesaian Sekolah Rakyat. Bahkan infonya akan dilakukan penambahan pekerjanya,” ungkap Edi, Rabu (3/6).
Edi pribadi melihat, progres pembangunan Sekolah Rakyat memang tengah berjalan. Namun dia agak pesimis jika pengerjaannya bisa selesai tepat di bulan Juni ini. Tetapi kalau di akhir tahun nanti, dia optimis Sekolah Rakyat dapat terselesaikan.
Di lain pihak, Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan sudah melakukan pemetaan dalam upaya kesiapan jalannya Sekolah Rakyat ke depan. Mulai dari data masyarakat miskin. Siapa saja yang masuk kriteria bisa bersekolah di SR. “Pastinya masyarakat miskin mulai dari desil 1 sampai desil 5,” ujarnya.
Baca Juga: Inflasi Kota Pontianak Masih Terkendali, Wali Kota Siapkan Langkah Antisipasi
Untuk teknisnya, pasti pemerintah pusat sudah mengaturnya. Pemerintah Kota Pontianak bertugas untuk melakukan koordinasi terhadap warga yang layak dan memenuhi syarat untuk bisa masuk di Sekolah Rakyat.
Mengenai gambaran kurikulum yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat, sejauh ini Edi belum mendapatkan bocorannya. Pastinya jika murid Sekolah Rakyat menginap di asrama, maka akan lebih unggul. Karena di sana mereka mendapatkan makanan bergizi setiap hari, istirahat cukup, olahraga serta didampingi guru seusia bidang profesionalnya.
Ditanya soal anggaran pengoperasian Sekolah Rakyat kemungkinan akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sebab jika biaya mesti ditanggung Pemerintah Kota Pontianak, jelas daerah tidak ada anggarannya. “Kalau kita yang nanggung pengoperasian Sekolah Rakyat, kita tidak mampu. Tidak ada anggarannya,” katanya.
Sebab itu besar. Seperti untuk makan minum anak selama di asrama. Belum lagi alokasi pembayaran gaji tenaga pendidik dan kependidikan. Kesemu aini butuh biaya besar. Sementara saat ini Pemkot Pontianak dihadapkan dengan ruang fiskal yang semakin sulit.(iza)
Editor : Hanif