Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jelang Haul Akbar Sultan Syarif Abdurrahman, Ria Norsan: Momentum Merawat Sejarah dan Persatuan

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:06 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berfoto dengan Syarif Iwan Taruna Alkadrie yang merupakan bagian dari kepanitiaan pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung. (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berfoto dengan Syarif Iwan Taruna Alkadrie yang merupakan bagian dari kepanitiaan pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung mengenang pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia pelaksana yang dipimpin Syarif Iwan Taruna Alkadrie di ruang kerja Gubernur Kalbar, Kamis (4/6).

Dalam pertemuan tersebut, Ria Norsan menegaskan komitmennya untuk hadir langsung pada rangkaian kegiatan yang akan digelar pada 16–17 Juni 2026. Menurutnya, Haul Akbar dan Ziarah Agung tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah dan menghormati jasa para pendiri daerah, tetapi juga momentum memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Haul Akbar dan Ziarah Agung ini bukan hanya ruang untuk mengenang sejarah dan memperingati nilai-nilai religius, tetapi juga momentum memperkokoh persatuan dan kebersamaan sebagaimana diwariskan para pendiri daerah," ujar Ria Norsan.

Sebagai tokoh yang berasal dari Mempawah, Ria Norsan juga menyinggung keterkaitan historis antara Mempawah dan Pontianak. Menurutnya, hubungan tersebut tercermin dalam sejarah Kesultanan Pontianak melalui sosok Putri Candra Midi, istri Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang merupakan putri Raja Mempawah, Opu Daeng Menambon.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Sambut Kunjungan Menko Pangan RI, Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis

"Kami mendukung kegiatan bernilai sejarah dan religi ini. Hubungan emosional dan historis antara Mempawah dan Pontianak sangat erat. Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bukan hanya pendiri Kota Pontianak, tetapi juga tokoh yang berhasil membangun persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat sejak masa awal berdirinya kesultanan," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Akbar dan Ziarah Agung, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini dirangkaikan dengan peringatan malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Rangkaian acara akan diawali dengan Ziarah Agung berupa pawai dari Alun-Alun Kapuas menuju kawasan Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang. Selanjutnya, pada hari kedua akan digelar Haul Akbar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak dengan menghadirkan sejumlah penceramah dari Hadramaut (Yaman), Sidogiri, dan Jakarta.

"Pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung tahun ini dirangkaikan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam. Kegiatan diawali dengan Ziarah Agung dari Alun-Alun Kapuas menuju Makam Kesultanan di Batu Layang, kemudian dilanjutkan dengan Haul Akbar di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak," jelas Syarif Iwan.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie tetap relevan hingga saat ini. Sang sultan dinilai telah mempraktikkan semangat persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka melalui pembangunan kawasan permukiman multietnis di Pontianak yang menjadi ruang hidup bersama bagi masyarakat Bugis, Melayu, Banjar, Arab, hingga Tionghoa.

Baca Juga: Modus Aneh Penipuan Sultan Nusantara yang Mengaku Keturunan Sultan Hamid II, Bersihkan Harta Agar Tidak Haram

"Nilai-nilai yang diwariskan Sultan Syarif Abdurrahman tetap sangat relevan hingga hari ini. Beliau menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis dan maju," kata Syarif Iwan.

Ia juga menyinggung kontribusi Sultan Hamid II sebagai perancang Lambang Negara Garuda Pancasila yang hingga kini menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan yang diwariskan para tokoh Kesultanan Pontianak perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan budaya, sejarah, dan keagamaan.

"Melalui penyelenggaraan Haul Akbar dan Ziarah Agung ini, kami berharap nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni sosial yang diwariskan para pendahulu dapat terus hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi muda," pungkasnya.

Rangkaian Haul Akbar dan Ziarah Agung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Juni 2026 di Kota Pontianak. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #sejarah #toleransi #sultan syarif abdurrahman alkadrie #Haul akbar