Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cuaca Panas Ekstrem di Pontianak Picu Potensi Karhutla, Warga Diminta Waspada

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:14 WIB
DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB
DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB

PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Emiliana mengatakan kondisi cuaca mulai memasuki musim panas. Terik matahari dengan suhu panas, berpotensi menyebabkan kebakaran lahan. Dia pun meminta semua pihak dapat menjaga lingkungan rawan kebakaran lahan, agar kebakaran lahan tidak terjadi.

“Suhu di Kota Pontianak beberapa hari ini begitu panas. Jika kondisi ini berlangsung hingga beberapa pekan ke depan, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan bisa saja. Makanya, untuk saat ini masyarakat yang tinggal di daerah rawan kebakaran lahan untuk waspada dan menjaga lahannya,” kata Emiliana, Jumat (5/6).

BPBD dimintanya juga melakukan monitoring di daerah rawan kebakaran lahan. Seperti pinggiran daerah Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara. Begitu juga dengan tepian Pontianak Utara. Sebab kata dia, temuan kebakaran lahan selama ini berada di tiga kecamatan ini.

Masyarakat dimintanya dapat bersama-sama menjaga agar tidak membakar lahan sembarang. Apalagi lahan-lahan ini kebanyakan gambut. Sehingga ketika terjadi percikan api, dapat meluas cepat.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Sambut Kunjungan Menko Pangan RI, Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis

Ketika sudah terjadi kebakaran lahan, ini akan sulit dipadamkan. Sebab penanganan kebakaran hutan di lahan gambut perlu penanganan ekstra.  Karena ketika api dianggap padam, kadang belum benar-benar padam. Bara api kadang masih ada di bawah gambut. “Ketika ada angin kuat, Baranya justru bisa hidup dan api bisa membesar,” ungkapnya.

Menurut Emiliana, butuh penanganan ekstra untuk kebakaran di lahan gambut ini. Apalagi kejadian ini kerap terjadi di daerah pinggiran. Pasokan air kadang menjadi kendala petugas ketika melakukan pemadaman. Belum lagi air parit yang menjadi kering membuat petugas makin sulit untuk menjangkau akses titik api.

Pemasangan hidran di daerah rawan kebakaran lahan beberapa waktu lalu oleh PDAM, mudah-mudahan bisa menjadi salah satu solusi dalam upaya percepatan pemadaman api di lahan rawan kebakaran. Soal hidran ini, mesti dipastikan agar air selalu ada ketika dibutuhkan.

Tidak hanya lahan rawan terbakar. Emiliana juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah pemukiman padat penduduk untuk waspada. Dengan kondisi cuaca panas, hal-hal tidak diinginkan bisa terjadi. Korslet listrik masih menjadi pemicu utama ketika kebakaran bangunan terjadi.

“Sekarang harus waspada. Kita harus sama-sama menjaga lingkungan. Baik itu lahan rawan terbakar demikian juga dengan potensi kebakaran bangunan di hunian padat penduduk,” tukasnya.(iza)

Editor : Hanif
#cuaca panas ekstrem #bakar lahan #karhutla #pontianak #dprd