Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemprov Kalbar Dorong Sinergi LKS dan CSR Perusahaan untuk Layanan Sosial Masyarakat

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:16 WIB
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong lembaga kesejahteraan sosial (LKS) untuk memperkuat kemitraan dengan dunia usaha guna memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat rentan.

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Karena itu, keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) dinilai penting untuk memperkuat berbagai program kesejahteraan.

Menurutnya, LKS selama ini memiliki peran strategis karena bekerja langsung di lapangan dan berhadapan dengan berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun pendampingan.

“Pemerintah memiliki berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tentu terdapat keterbatasan. Karena itu diperlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program CSR,” kata Harisson.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Pontianak Picu Potensi Karhutla, Warga Diminta Waspada

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah memastikan program sosial yang dijalankan pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha dapat saling terhubung sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.

Karena itu, Pemprov Kalbar mendorong pemetaan program dan kebutuhan LKS agar dapat menjadi dasar bagi pemerintah maupun perusahaan dalam menyalurkan dukungan yang tepat sasaran.

"Kami ingin program-program lembaga sosial dapat diketahui pemerintah maupun dunia usaha sehingga dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Harisson juga mengingatkan bahwa meskipun angka kemiskinan di Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan, masih terdapat berbagai kelompok rentan yang memerlukan perhatian, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, anak yang membutuhkan perlindungan khusus, hingga korban bencana.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses bantuan dan pemberdayaan bagi kelompok-kelompok tersebut.

Baca Juga: Jelang Haul Akbar Sultan Syarif Abdurrahman, Ria Norsan: Momentum Merawat Sejarah dan Persatuan

Selain itu, ia mengapresiasi kontribusi sejumlah perusahaan yang selama ini telah menyalurkan program CSR di berbagai bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi bentuk tanggung jawab sosial yang manfaatnya harus dapat dirasakan masyarakat," katanya. (mse)

Editor : Hanif
#layanan sosial #CSR perusahaan #sinergi #pemprov kalbar #lks