Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Edi Sebut Sektor UMKM dan Jasa Dominasi Lapangan Kerja di Pontianak

Hanif • Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:34 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan sektor jasa dan UMKM masih mendominasi dalam peningkatan pemenuhan lapangan pekerjaan di Kota Pontianak. Terlebih pemanfaatan teknologi di ruang digital yang dilakukan di kedua bidang ini dipandangnya mampu memunculkan lapangan pekerjaan lebih banyak.

“Untuk tenaga kerja di Kota Pontianak sejauh ini masih kami pantau. Kalau tingkat ketersediaan lapangan pekerjaan yang baru memang belum keluar dari BPS. Tetapi kalau di Pontianak peluang pekerjaan memang didominasi sektor jasa dan UMKM,” ungkap Edi, Jumat (5/6).

Kalau untuk lapangan pekerjaan dari sektor perhotelan sejauh ini masih tetap. Belum ada peningkatan dikarenakan belum ada hotel baru yang terbangun. Kecuali, ada hotel baru beroperasi di kota ini, maka akan terdapat peningkatan lapangan pekerjaan dari sektor tersebut.

Menurut Edi, sektor jasa dan UMKM masih menjadi tulang punggung pergerakan lapangan pekerjaan di kota ini. Terlebih sekarang rerata mereka memanfaatkan ruang digital sebagai promosi dari jasa-jasa itu. Dengan adanya wadah digitalisasi ini dirasakan kebermanfaatannya bagi pelaku usaha khususnya di dua bidang itu.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Dorong Sinergi LKS dan CSR Perusahaan untuk Layanan Sosial Masyarakat

Produknya bisa menjangkau lebih luas pasar digital. Dengan meningkatnya penjualan produk dari pasar digital, juga berpengaruh pada pendapatan. Ketika pendapatan makin besar artinya volume aktivitas setiap usaha juga meningkat. Alhasil, mereka juga bisa membuka peluang baru untuk membuka lapangan pekerjaan di usahanya itu.

Terpisah Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memandang kondisi fiskal yang saat ini tengah menjadi persoalan pemerintah daerah mesti menjadi perhatian semua pihak. Sebab ketika ruang fiskal daerah makin sempit, perputaran ekonomi akan ikut berimbas. Termasuk dalam pemenuhan lapangan pekerjaan baru di Pontianak.

Satarudin mengatakan, fenomena usaha baru memang terus muncul. Utamanya dari kafe dan warung kopi. Namun, usaha ini kebanyakan tidak bertahan lama. “Satu atau dua tahun berganti nama. Artinya ini juga harus kita amati dan cermati. Harapan saya, usaha yang dibangun pelaku usaha bisa bertahan lama. Dengan begitu lapangan pekerjaan akan terjaga,” ujarnya.    

Dalam mempertahankan usaha agar bisa berjalan dan bertahan lama memang merupakan tantangan bagi pelaku usaha. Namun Satar juga meminta agar Pemkot Pontianak turut melihat fenomena ini. Seperti melakukan kajian khusus. Nanti hasil kajian itu bisa menjadi dasar untuk menindaklanjuti fenomena ini.

“Pemerintah juga mesti ikut andil dalam menjaga iklim usaha di Pontianak, ketika usaha berjalan bagus, maka lapangan pekerjaan juga akan terjaga. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan bertumbuh lapangan pekerjaannya,” katanya.(iza)

Editor : Hanif
#lapangan kerja #UMKM #sektor jasa #kota pontianak #Wali Kota Pontianak