PONTIANAK POST– Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji Kalimantan Barat. Sudarsono bin Sasoeinarso, jemaah haji tanazul awal Kloter 16 BTH asal Kota Pontianak, meninggal dunia pada Sabtu (6/6/2026) pukul 15.30 WIB di RS Awal Bros Botania, Batam. Dengan wafatnya Sudarsono, total dua jemaah haji asal Kalimantan Barat yang meninggal dunia pada musim haji 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, Kamaludin, mengatakan almarhum merupakan salah satu jemaah yang dipulangkan lebih awal ke Indonesia karena kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan medis lanjutan.
Kamaludin menjelaskan, Sudarsono bersama seorang jemaah lainnya, Badariah Ambo, mendapat fasilitas tanazul awal atau pemulangan lebih cepat dari jadwal kelompok terbang semula.
Keduanya bergabung dengan Kloter BTH 3 dari Arab Saudi menuju Batam pada 4 Juni 2026. Kebijakan tersebut diberikan untuk memastikan jemaah yang sakit dapat memperoleh perawatan medis lebih cepat di tanah air.
“Ibu Badariah Ambo sudah pulang kemarin, sedangkan Bapak Sudarsono ketika sampai di Batam langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujar Kamaludin, Minggu (7/6/2026).
Namun, setelah menjalani perawatan medis, Sudarsono menghembuskan napas terakhir di Batam.
Jenazah almarhum telah dipulangkan dan diserahkan kepada keluarga pada Minggu (7/6/2026) di kediamannya di Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak.
Proses penyerahan dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalimantan Barat dan berlangsung lancar.
“Sudah diterima keluarga. Pelaksanaan tugas menyerahkan jenazah jemaah haji Kloter 16 asal Kota Pontianak ini ke pihak keluarga berjalan lancar,” kata Kamaludin.
Di tengah proses pemulangan jemaah, Kamaludin mengungkapkan masih terdapat sejumlah jemaah Kalbar yang mengalami gangguan kesehatan.
Menjelang kepulangan ke Indonesia, tercatat delapan jemaah sempat mengalami sakit. Sementara itu, satu jemaah Kloter 16 hingga kini masih menjalani perawatan di Saudi National Hospital.
“Masih ada satu jemaah Kloter 16 yang dirawat di Saudi National Hospital,” ungkapnya.
Di tengah lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun ini, tantangan kesehatan tetap menjadi perhatian. Dari total 1.858 jemaah haji Kalimantan Barat yang berangkat ke Tanah Suci, delapan jemaah tercatat mengalami sakit menjelang kepulangan dan satu orang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Angka tersebut memang relatif kecil, namun menunjukkan pentingnya pendampingan kesehatan bagi jemaah, terutama mereka yang lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta.
Sementara itu, jemaah haji Kalimantan Barat yang masih berada di Arab Saudi mulai bersiap menjalani proses pemulangan.
Kloter 14 menjadi kelompok pertama asal Kalbar yang akan kembali ke Indonesia. Karena termasuk dalam gelombang pertama pemulangan, kloter tersebut akan berangkat melalui Bandara Makkah menuju tanah air.
Adapun jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 15 hingga BTH 18 masih berada di Makkah dan dijadwalkan mulai bergeser ke Madinah pada Senin (8/6/2026).
Untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar, PPIHD Kalbar akan menggelar rapat persiapan pada 9 Juni 2026.
Rapat tersebut akan membahas berbagai skenario kedatangan jemaah, mulai dari proses pendaratan di Bandara Supadio, perjalanan menuju Asrama Haji Pontianak, mekanisme penyambutan, hingga distribusi koper bagasi kepada jemaah.
“Untuk persiapan akomodasi Asrama Haji kami sudah siap,” pungkas Kamaludin. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro