Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polsek Sekayam Panen 5 Ton Jagung Pipil, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hanif • Senin, 8 Juni 2026 | 12:19 WIB
Polsek Sekayam melaksanakan Panen Jagung Hibrida Kuartal I Tahun 2026 di lahan demplot milik Polsek Sekayam di Dusun Lomur II, Kecamatan Sekayam, Sabtu (6/6). (Humas Polres)
Polsek Sekayam melaksanakan Panen Jagung Hibrida Kuartal I Tahun 2026 di lahan demplot milik Polsek Sekayam di Dusun Lomur II, Kecamatan Sekayam, Sabtu (6/6). (Humas Polres)

PONTIANAK POST – Polsek Sekayam melaksanakan Panen Jagung Hibrida Kuartal I Tahun 2026 di lahan demplot milik Polsek Sekayam di Dusun Lomur II, Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Sabtu (6/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan.

Panen yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P. dan diikuti para kepala unit, personel Polsek Sekayam, Statistisi Penyelia Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau M. Indrayadi, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kenaman, Nikodemus Rano.

Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman pada 11 Februari 2026 di lahan seluas satu hektare. Program tersebut dikembangkan sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Untuk memastikan akurasi hasil panen, BPS Kabupaten Sanggau bersama PPL Desa Kenaman melakukan pengukuran menggunakan metode ubinan. Hasil pengambilan sampel menunjukkan panen sebesar 3,8 kilogram pada sampel pertama dan 11,22 kilogram pada sampel kedua, dengan rata-rata 7,51 kilogram.

Baca Juga: Harga Kelapa di Sungai Kupah Anjlok, Petani Desak Pemerintah Turun Tangan

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, estimasi produksi tongkol basah mencapai 12,016 ton per hektare. Setelah dikonversi menjadi tongkol kering, hasilnya diperkirakan mencapai 9,092 ton per hektare, sedangkan produksi jagung pipil kering diperkirakan mencapai 5,086 ton per hektare.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan pengelolaan lahan yang produktif sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian bagi masyarakat. Lahan demplot Polsek Sekayam diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian.

Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno mengatakan program penanaman hingga panen jagung hibrida merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan demplot ini, kami ingin memberikan contoh bahwa setiap lahan produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sutikno, keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari personel Polsek Sekayam, penyuluh pertanian, BPS Kabupaten Sanggau, hingga masyarakat sekitar yang turut mendukung proses budidaya.

Baca Juga: Harga Kelapa di Sungai Kupah Anjlok, Petani Desak Pemerintah Turun Tangan

Ia menambahkan, kegiatan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu menjaga stabilitas ketersediaan pangan sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional.

Melalui program tersebut, Polsek Sekayam berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pertanian, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.(hms)

Editor : Hanif
#panen #jagung #ketahanan pangan #swasembada #Polsek Sekayam