Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hasil Tes Kemampuan Akademik SMA di Kalbar di Bawah Rerata Nasional

Novantar Ramses Negara • Senin, 8 Juni 2026 | 14:49 WIB
ilustrasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara nasional. (SUMUT POS)
ilustrasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara nasional. (SUMUT POS)

PONTIANAK POST - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan capaian siswa SMA dan SMK di Kalimantan Barat masih berada di bawah rata-rata nasional pada seluruh mata pelajaran wajib.

Di antara tiga mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran dengan capaian tertinggi, sementara Bahasa Inggris mencatat nilai terendah.

Data TKA 2025 menunjukkan rata-rata nilai siswa SMA Kalimantan Barat untuk Bahasa Indonesia mencapai 55,10, Matematika 35,00, dan Bahasa Inggris 23,61.

Sementara pada jenjang SMK, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat 52,53, Matematika 33,94, dan Bahasa Inggris 21,51. Seluruh capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, capaian Kalimantan Barat juga belum berada pada kelompok teratas.

Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masih mencatat rata-rata nilai lebih tinggi pada sebagian besar mata pelajaran baik di jenjang SMA maupun SMK.

Kesenjangan capaian paling mencolok terlihat pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Pada jenjang SMA, rata-rata nilai Bahasa Inggris siswa Kalbar hanya mencapai 23,61, sedangkan pada SMK sebesar 21,51.

Kondisi tersebut menunjukkan penguasaan bahasa asing masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan menengah di Kalimantan Barat.

Selain perbedaan antarprovinsi, hasil TKA juga memperlihatkan adanya perbedaan capaian antardaerah di dalam Kalimantan Barat.

"Untuk kesenjangan antara kota dan desa perlu penelaahan lebih lanjut, namun yang dapat diamati secara jelas adalah hasil TKA satuan pendidikan di Kota Pontianak lebih tinggi dari satuan pendidikan di Kabupaten/Kota lain di Kalimantan Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalimantan Barat Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, di Pontianak baru-baru ini.

Namun demikian, kata Faisal, hasil TKA tahun ini belum dapat dijadikan tolok ukur tunggal untuk menilai kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Pasalnya, TKA 2025 merupakan pelaksanaan perdana sehingga peserta didik masih berada dalam tahap adaptasi terhadap bentuk dan karakteristik soal yang diujikan.

Faisal mengatakan capaian tertinggi pada jenjang SMA maupun SMK berada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada SMA, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 55,10, diikuti Matematika 35,00 dan Bahasa Inggris 23,61.

Sementara pada SMK, rata-rata nilai Bahasa Indonesia sebesar 52,53, Matematika 33,94, dan Bahasa Inggris 21,51.

Menurutnya, rendahnya capaian dibanding rata-rata nasional tidak dapat dilepaskan dari kondisi pelaksanaan TKA yang baru pertama kali dilakukan.

Waktu persiapan peserta didik relatif singkat, sementara contoh soal yang tersedia masih terbatas sehingga banyak siswa belum terbiasa dengan model soal yang diujikan.

Ia menambahkan, faktor yang memengaruhi hasil TKA perlu ditelaah lebih lanjut.

Selain kualitas pembelajaran dan kemampuan peserta didik, pelaksanaan ujian berbasis komputer membuat ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas jaringan internet, serta layanan kelistrikan menjadi faktor yang turut memengaruhi hasil yang diperoleh sekolah. (mse) 

Editor : Chairunnisya
#Tes Kemampuan Akademik