PONTIANAK POST - Darno Bin Minggu Suparman, jemaah haji Asal Kota Pontianak dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah, Minggu (7/6) pukul 15.02 Waktu Arab Saudi. Kini, total ada tiga jemaah haji Kalbar yang meninggal dunia dan ketiganya berasal dari Kloter 16.
Pria berusia 75 tahun itu semestinya telah tiba di Indonesia lebih awal dengan bergabung ke Kloter BTH 05. Namun, kondisi kesehatannya dinyatakan tidak layak terbang.
"Jemaah BTH 16 tanazul ke BTH 05. Mau dipulangkan tidak layak terbang," ujar Kamaludin, Kepala Kanwil Kemenhaj Kalbar Senin (8/6).
Baca Juga: Jemaah Haji Pontianak Meninggal, Dua Haji Kalbar Wafat
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Darno sempat dirawat selama dua hari diICU RS Sulaiman Al Habib, Jeddah, Arab Saudi. "Dikarenakan mengalami penurunan kondisi saat di bandara, Tim Daker bandara lalu merujuk Pak Darno ke RS Sulaiman Al Habib Jeddah," paparnya.
Jenazah Darno lalu dimakamkan di Dahban Jeddah. "Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan," ungkapnya.
Tanazul sakit adalah layanan pemulangan jemaah haji yang dilakukan lebih awal atau melalui kloter yang berbeda dari jadwal keberangkatan aslinya, khusus bagi jemaah yang mengalami sakit agar bisa segera mendapatkan perawatan intensif setibanya di tanah air.
Namun, jemaah mesti melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan sehingga dinyatakan layak terbang. (mrd)
Editor : Miftahul Khair