Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pelabuhan Kijing Diyakini Dongkrak PAD Kalbar, Krisantus: Potensinya Bisa Tembus Rp1 Triliun

Deny Hamdani • Senin, 8 Juni 2026 | 16:11 WIB
Bongkar muat di Pelabuhan Kijing
Bongkar muat di Pelabuhan Kijing

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, optimistis operasional penuh Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah akan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Barat secara signifikan.

Menurut Krisantus, pemerintah daerah terus memantau realisasi berbagai komitmen terkait optimalisasi pelabuhan internasional tersebut. Ia mengingatkan bahwa sejumlah target yang sebelumnya dijanjikan harus segera diwujudkan agar manfaat ekonomi Pelabuhan Kijing dapat dirasakan masyarakat dan daerah.

“Janji mereka kan bulan September. Saya tetap memonitor realisasi janji itu. Kalau Pelabuhan Kijing berfungsi optimal, dampaknya akan sangat besar bagi Kalimantan Barat,” kata Krisantus.

Baca Juga: Sutarmidji Minta Pelindo Jujur soal Kondisi Pelabuhan Kijing: Sudah Bertaraf Internasional, Mengapa Pelabuhan Kijing Belum Berkembang?

Ia menilai keberadaan Pelabuhan Kijing memiliki posisi strategis karena selama ini banyak komoditas unggulan Kalbar diekspor melalui pelabuhan di luar daerah. Akibatnya, berbagai aktivitas ekonomi dan pencatatan ekspor lebih banyak tercatat di provinsi lain dibandingkan Kalimantan Barat.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan potensi penerimaan daerah yang semestinya dapat dinikmati Kalbar belum tergarap secara maksimal.

“Selama ini banyak ekspor dilakukan melalui pelabuhan di luar Kalbar. Ketika ekspor dilakukan dari daerah lain, maka aktivitas ekonominya tercatat di sana. Ini yang selama ini berpengaruh terhadap potensi pendapatan daerah,” ujarnya.

Krisantus memperkirakan optimalisasi Pelabuhan Kijing berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan PAD Kalbar. Bahkan, potensi tambahan pendapatan tersebut disebut dapat mencapai angka triliunan rupiah apabila aktivitas ekspor-impor dan logistik terpusat melalui pelabuhan tersebut.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Dukung Penuh Rencana Proyek Kereta Api Kalimantan: Bisa Tekan Biaya Logistik hingga Hidupkan Industri dan Ekspor di Pelabuhan Kijing

“Ada potensi yang sangat besar. Kalau dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal, nilainya bisa mencapai sekitar Rp1 triliun,” katanya.

Selain memperkuat posisi Kalbar sebagai gerbang perdagangan internasional, operasional Pelabuhan Kijing juga diyakini mampu menghidupkan berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di kabupaten dan kota.

Ia mencontohkan Kabupaten Bengkayang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Dengan tersedianya akses ekspor langsung melalui Pelabuhan Kijing, BUMD setempat dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.

“Saya sudah sampaikan kepada Bupati Bengkayang agar BUMD bisa memanfaatkan Pelabuhan Kijing. Kalau pelabuhan ini sudah berfungsi optimal, jagung dari Bengkayang bisa langsung diekspor dari Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Krisantus, skema ekspor langsung tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru bagi BUMD serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pelaku usaha maupun BUMD, dapat mempersiapkan diri untuk memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Kijing secara maksimal.

“Tujuan akhirnya adalah agar aktivitas ekonomi, perdagangan, dan ekspor Kalimantan Barat semakin kuat. Jika itu tercapai, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui peningkatan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” pungkasnya. (den)

Editor : Miftahul Khair
#Krisantus Kurniawan #pelabuhan kijing #Wagub Kalbar #pendapatan asli daerah