Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Operasi Patuh Kapuas 2026 Ditunda, Angka Kecelakaan di Kalbar Sudah Tembus 568 Kasus

Meidy Khadafi • Senin, 8 Juni 2026 | 19:19 WIB
ARSIP: Petugas Satlantas melakukan pemeriksaan pengendara saat razia Operasi Keselamatan Kapuas 2026 guna meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas beberapa waktu lalu. (DOK PONTIANAK POST)
ARSIP: Petugas Satlantas melakukan pemeriksaan pengendara saat razia Operasi Keselamatan Kapuas 2026 guna meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas beberapa waktu lalu. (DOK PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat masih menunda pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 8–21 Juni 2026. Hingga kini, kepolisian masih menunggu arahan lebih lanjut terkait waktu pelaksanaan operasi tersebut.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Zulyanto, membenarkan bahwa agenda operasi yang rutin digelar setiap tahun itu belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

‎“Untuk kegiatan Operasi Patuh masih ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Zulyanto, Senin (8/6).

‎Penundaan tersebut terjadi di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Barat. Data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri menunjukkan sebanyak 568 kecelakaan terjadi sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.

Baca Juga: Angka Kecelakaan di Pontianak Tertinggi se-Kalbar, Polisi Siapkan Strategi Khusus Ini Saat Operasi Patuh Kapuas

Dari jumlah tersebut, 175 orang dilaporkan meninggal dunia, 282 orang mengalami luka berat, dan 596 orang mengalami luka ringan. Sementara total kerugian material akibat kecelakaan mencapai sekitar Rp3,18 miliar.

Menurut Zulyanto, sebagian besar kecelakaan masih dipicu oleh faktor manusia. Tercatat 541 kasus kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, sedangkan faktor kendaraan menyumbang 26 kasus dan faktor kondisi jalan hanya satu kasus.

Data juga menunjukkan sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling dominan terlibat dalam kecelakaan. Selama lima bulan pertama tahun ini, terdapat 804 sepeda motor yang tercatat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Jumlah tersebut jauh melampaui kendaraan angkutan barang yang tercatat sebanyak 169 unit, kendaraan angkutan orang atau bus 98 unit, angkutan BBM sembilan unit, kendaraan tidak bermotor tujuh unit, dan mobil penumpang enam unit.

Baca Juga: Polda Kalbar Ingatkan Bahaya Vape Mengandung Narkotika Jenis Etomidate di Pontianak

Meski Operasi Patuh Kapuas belum dilaksanakan, Ditlantas Polda Kalbar tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas guna menekan angka kecelakaan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

‎Polda Kalbar saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait jadwal pelaksanaan operasi yang bertujuan meningkatkan disiplin berkendara serta mengurangi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
#operasi patuh kapuas 2026 #polda kalbar #ditunda