PONTIANAK POST — Sebuah capaian membanggakan ditorehkan oleh tim dosen
Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) dalam rangkaian
kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026. Tim yang dipimpin
Mahendra Jaya, S.E., M.M. ini berhasil mempromosikan produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat kepada khalayak internasional
melalui partisipasi pada 24th Borneo Island International Big Bike Festival (BIIBBF) 2026
yang diselenggarakan di Kuching, Sarawak, Malaysia mulai tanggal 22 s/d 24 Mei 2026.
Festival internasional tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-24 ini menjadi
magnet bagi ratusan komunitas biker dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam,
Thailand, dan Singapura. Pada tahun ini jumlah pendafatran peserta BIIBBF 1.256 orang.
Sedangkan jumlah pengunjung Booth pameran pada kegiatan tersebut sekitar 6.000 orang
per hari. Tak sekadar ajang otomotif, BIIBBF juga merupakan wadah strategis promosi
pariwisata, gaya hidup, dan ekonomi kreatif kawasan Borneo.
Baca Juga: Renovasi Masjid Ma’ash Shabirin Libatkan Dosen Teknik Arsitektur Polnep untuk Hindari Banjir
Dengan memanfaatkan satu
stan pameran yang disediakan oleh panitia, tim PKM Polnep menampilkan berbagai produk
khas Kalimantan Barat, antara lain kerajinan rotan, tenun ikat, dan batik khas Kalimantan
Barat yang bernilai budaya tinggi.
Puncak dari kegiatan PKM ini adalah penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Politeknik Negeri Pontianak dengan Borneo Island Big Bike Motorcycle (BIBB)
Sarawak.
Perjanjian kerja sama bertaraf internasional ini ditandatangani langsung oleh
Presiden BIBB Sarawak, Ramlee Bin Tuah. Penandatanganan IA ini menjadi bukti nyata
bahwa upaya promosi produk UMKM Kalbar telah mendapat sambutan serius dari
komunitas bisnis internasional di kawasan Borneo dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama secara langsung Presiden BIBB Sarawak, Ramlee Bin Tuah menyampaikan undangan kepadaa TIM PKM untuk dapat mengikuti kegiatan serupa di tahun 2027.
Baca Juga: PDD Polnep Beri Kontribusi Nyata bagi Peningkatan SDM Kapuas Hulu
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM
Kalimantan Barat, mendorong pemesanan dalam jumlah besar, serta menginisiasi
kolaborasi bisnis lintas negara yang dapat meningkatkan pendapatan dan keberlangsungan
usaha para pengrajin lokal.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras tim PKM yang terdiri dari delapan dosen
berpengalaman lintas bidang. Dipimpin oleh Mahendra Jaya, S.E., M.M. selaku Ketua
Pelaksana, tim beranggotakan Edy Sutrisno, S.E., M.AB.; Novi Desanti, S.E., M.AB.; Ade
M. Yuardani, S.Sos., M.Si.; Drs. Agus Eko Tejo Sasongko, M.Si.; Endang Wahyuni,
S.Sos., M.Si.; Haris Mirza Saputra, S.S.T., M.Si.; serta Hasymi Rinaldi, S.Sos., MPA..
Selama festival berlangsung, tim PKM menerapkan strategi promosi terpadu di stan
pameran. Stan dirancang dengan elemen visual khas Kalimantan Barat, mulai dari motif etnik, warna tradisional, hingga penataan produk yang menarik perhatian pengunjung.
Produk yang diperkenalkan TIM PKM kali ini antara lain produk dari Oud Hunter Indonesia, Boyan (Kerajinan Tangan Pontianak), Kacak (Kerajinan, Tenun, Rotan dan Anyaman Pandan), Dekosi (Batik), dan Kampung Caping Pontianak.
Keikutsertaan dalam BIIBBF 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi sesaat. Lebih dari
itu, kegiatan PKM ini merupakan investasi sosial-ekonomi yang berdampak nyata bagi
pemberdayaan masyarakat dan penguatan citra Kalimantan Barat sebagai salah satu pusat
produk kreatif di kawasan Borneo.
Jurusan Administrasi Bisnis Polnep berharap bahwa Implementation Arrangement yang
telah ditandatangani bersama BIBB Sarawak dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk
program kerja sama konkret, termasuk pameran dagang reguler, pelatihan ekspor bagi
pelaku UMKM, hingga pengembangan jejaring bisnis lintas batas yang lebih luas di
kawasan Asia Tenggara. (mrd/ser)