PONTIANAK POST – Sebanyak 58 jemaat Gereja Stella Maris Pontianak mendapatkan penanganan medis hingga Selasa (9/6). Kasus ini bermula usai umat mengikuti Misa Komuni Pertama bagi anak-anak di lingkungan Paroki setempat pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang menjadi momen penting bagi anak-anak dan keluarga tersebut dihadiri sekitar 300 peserta. Seusai rangkaian acara, panitia membagikan paket makanan kepada para jemaat yang hadir.
Sedikitnya 58 Umat dan Jemaat Terdampak
Hingga Selasa (9/6), sebanyak 58 orang tercatat telah mendapatkan penanganan medis akibat gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam kegiatan tersebut.
Polisi menyebut jumlah korban masih berpotensi bertambah karena masih ada warga yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Keluhan Muncul Setelah Mengonsumsi Makanan Acara
Para korban dilaporkan mengalami gejala yang relatif serupa, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, pusing hingga nyeri pada ulu hati.
Kesamaan gejala yang dialami para jemaat menjadi salah satu dasar awal dilakukannya penyelidikan oleh aparat kepolisian dan dinas terkait.
Sebagian Korban Dirawat di Dua Rumah Sakit
Mayoritas korban mendapatkan penanganan di RSUD Pontianak Utara. Sebagian lainnya dirawat di RS Yarsi Pontianak Timur.
Beberapa pasien masih menjalani observasi dan rawat inap, sementara yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah.
Kesaksian Jemaat yang Mengalami Gejala Serupa
Salah seorang jemaat, Hilarius Rima, mengaku mulai merasakan keluhan tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan panitia.
Saat tiba di rumah sakit, ia mendapati sejumlah umat lain yang mengikuti kegiatan yang sama juga mengalami gejala serupa dan sedang menjalani pemeriksaan medis.
Menu Konsumsi yang Sedang Diselidiki
Berdasarkan keterangan sementara, menu yang dikonsumsi peserta terdiri atas nasi putih, ayam goreng tepung, tumis buncis dan wortel, serta telur rebus berbumbu pedas.
Namun hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai makanan mana yang diduga menjadi sumber gangguan kesehatan tersebut.
Fokus Penanganan pada Kondisi Pasien
Tim medis memprioritaskan penanganan terhadap pasien yang mengalami muntah dan diare untuk mencegah dehidrasi.
Pemberian cairan infus, obat-obatan, serta pemantauan kondisi kesehatan terus dilakukan terhadap umat dan jemaat yang masih menjalani perawatan.
Sampel Makanan Sudah Diuji Laboratorium
Untuk mengungkap penyebab pasti kejadian, polisi bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan dari kegiatan Misa Komuni Pertama tersebut.
Sampel itu kini menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi bakteri, bahan pangan yang rusak, atau faktor lain yang menyebabkan puluhan umat mengalami gangguan kesehatan.
Polisi dan Dinkes Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Hingga Selasa malam, penyelidikan masih berlangsung dan hasil laboratorium belum diumumkan.
Karena itu, aparat meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab insiden yang menimpa puluhan umat dan jemaat Gereja Stella Maris Pontianak tersebut. (mdy)
TABEL INFORMASI
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Peristiwa | Dugaan keracunan makanan usai kegiatan Misa Komuni Pertama |
| Lokasi | Gereja Stella Maris, Pontianak Utara |
| Waktu Kegiatan | Minggu, 7 Juni 2026 |
| Jenis Kegiatan | Misa Komuni Pertama bagi anak-anak paroki |
| Jumlah Peserta | Sekitar 300 umat dan jemaat |
| Total Korban | 58 orang |
| Gejala yang Dialami | Mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, nyeri ulu hati, menggigil |
| Rumah Sakit Penanganan | RSUD Pontianak Utara dan RS Yarsi Pontianak Timur |
| Korban di RSUD Pontianak Utara | 51 orang |
| Korban di RS Yarsi Pontianak Timur | 7 orang |
| Menu yang Dikonsumsi | Nasi putih, ayam goreng tepung, tumis buncis dan wortel, telur rebus berbumbu pedas |
| Langkah Polisi | Pendataan korban, pengumpulan keterangan saksi, penyelidikan penyebab kejadian |
| Status Sampel Makanan | Sudah diamankan dan dikirim ke laboratorium |
| Penyebab Pasti | Masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium |
| Penanggung Biaya Perawatan | Pemerintah Kota Pontianak |
Fakta Singkat
| Fakta Utama | Data |
|---|---|
| Jumlah korban | 58 orang |
| Kegiatan yang diikuti | Misa Komuni Pertama |
| Peserta kegiatan | ±300 orang |
| Korban terbanyak dirawat di | RSUD Pontianak Utara |
| Gejala dominan | Mual, muntah, diare |
| Status penyelidikan | Masih berlangsung |
| Hasil laboratorium | Belum keluar |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro