Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ancaman Karhutla di Kalbar Belum Berakhir, BPBD Kalbar Tetap Siagakan Water Bombing

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:13 WIB
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel

PONTIANAK POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar memastikan pemantauan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Meski sesuai data terbaru yang dikeluarkan pada Selasa (9/6), tidak terdeteksi adanya titik panas di wilayah Kalbar.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, tidak ditemukan hotspot di Kalbar pada pemantauan terbaru.

Meski demikian, ancaman dan, upaya penanganan karhutla dilaporkan masih berlangsung di sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami kebakaran lahan.

“Pemantauan, dan penanganan tetap dilaksanakan oleh satgas darat maupun unsur terkait untuk memastikan api tidak kembali muncul,” ungkapnya dalam laporan, Selasa (9/6).

Baca Juga: Detik-Detik Api Mengamuk di Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Warga Berlarian Selamatkan Barang

Daniel menjelaskan, di Kabupaten Sambas, tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang masih melakukan pemantauan di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh. Hingga hari keenam penanganan, total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 4,7 hektare, dan seluruh area terdampak telah berhasil dipadamkan. 

“Kondisi terakhir di lokasi pada, Senin (8/6), menunjukkan api telah padam total,” jelasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Kubu Raya, penanganan masih dilakukan di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, pada Senin (8/6). Berdasarkan hasil ground check, total luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar empat hektare, sedangkan lahan yang berhasil dipadamkan baru sekitar 2,5 hektare. 

“Petugas melaporkan masih terdapat api yang menyala di lokasi sehingga upaya pemadaman, dan pendinginan terus dilakukan,” terangnya.

“Sedangkan di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan, kebakaran yang menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan dilaporkan telah berhasil dipadamkan,” tambahnya.

Baca Juga: Ancaman Karhutla saat Kemarau, Brimob Patroli Lahan Gambut di Kubu Raya

Menurut Daniel, saat ini status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla masih berlaku di Kalbar sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Selain mengerahkan satgas darat, BPBD Kalbar juga tetap menyiagakan armada patroli udara dan water bombing untuk mengantisipasi potensi munculnya kebakaran baru. “Sejumlah helikopter, dan pesawat patroli saat ini berada dalam kondisi siaga sambil menunggu perkembangan cuaca dan hasil pemantauan lapangan,” paparnya.

Daniel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.

“Pencegahan menjadi langkah yang paling penting. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla, terutama memasuki periode yang berpotensi mengalami cuaca lebih kering,” pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
#BPBD KALBAR #Pusdalops #Hotspot #karhutla