Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

WFH Dinilai Mampu Tekan Biaya Operasional Pemkot Pontianak Secara Signifikan

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:48 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan penghematan belanja rumah tangga yang dilakukan selama efisiensi anggaran menunjukkan hasil yang baik. Salah satu penurunan angka belanja rumah tangga turun signifikan di pembayaran listrik dan air bersih.

“Kita sudah melakukan efisiensi anggaran. Seperti belanja rumah tangga. Penghematan kami (Pemkot) lakukan. Mulai dari penghematan penggunaan AC, lampu-lampu, komputer dan lainnya. Hasilnya, untuk listrik di bulan lalu kita bisa menghemat sampai 183 jutaan,” ujar Edi, Selasa (9/6).

Penurunan pembayaran listrik ini juga dampak dari aturan pemerintah pusat tentang WFH yang sudah diberlakukan oleh Pemkot Pontianak. Edi juga melakukan penghematan di ruangannya. Seperti penggunaan AC, seadanya saja. Begitu juga dengan lampu penerang, ketika tidak digunakan untuk segera dimatikan. Begitu juga dengan penggunaan air bersih, pembayarannya ikut menurun.   

Edi minta semua OPD turut melakukan hal yang sama. AC gunakan seadanya. Begitu juga komputer dan hal-hal bersifat menyedot listrik dan dapat membuat tagihan listrik bengkak untuk dihemat.

Baca Juga: Dorong Pelayanan Transparan dan Prima, Ria Norsan Luncurkan Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026  

Di lain hal, persoalan pengadaan kendaraan di tengah efisiensi anggaran, Edi justru memandang perlu. Terutama untuk kendaraan yang kondisinya sudah memang tidak layak digunakan. Seperti pengadaan kendaraan untuk operasional patroli dan pelayanan publik memang menjadi prioritas. Begitu pula dengan mobil camat jika sudah tidak layak harus diganti. Sedangkan lurah-lurah menggunakan kendaraan bermotor.

Namun catatannya, ini hanya untuk kendaraan yang sudah tidak layak beroperasional. Sebab ketika kendaraan rusak masih beroperasi di jalan, justru akan membahayakan pemakai kendaraan dan pengguna jalan lain.

Edi mengingatkan kepada semua ASN di tengah kondisi efisiensi seperti ini untuk dapat menjalankan semua program dengan optimal meski semuanya masih dalam keterbatasan. Dia memastikan, semua program tetap berjalan meski dalam efisiensi. Terlebih untuk program pelayanan yang sifatnya menyentuh ke masyarakat langsung.(iza)

Editor : Hanif
#biaya listrik #OPD #asn #kebijakan WFH #Wali Kota Pontianak