Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Penumpang Pesawat di Kalbar Turun Drastis, BPS Catat Penurunan Hingga 30 Persen

Novantar Ramses Negara • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:56 WIB
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Muhammad Saichudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat pada April 2026 mencapai 130.457 orang. Angka tersebut turun 14,32 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 152.259 orang.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan penurunan juga terjadi pada arus keberangkatan penumpang udara.

“Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang berangkat pada April 2026 tercatat sebanyak 111.471 orang atau turun 30,51 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 160.412 orang,” ujarnya dalam Berita Resmi Statistik Perkembangan Transportasi Kalimantan Barat April 2026.

Meski secara bulanan mengalami penurunan, jumlah penumpang yang datang melalui jalur udara masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada April 2025, jumlah penumpang yang datang tercatat sebanyak 126.561 orang, sehingga terjadi kenaikan sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year).

Baca Juga: WFH Dinilai Mampu Tekan Biaya Operasional Pemkot Pontianak Secara Signifikan

Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya masih menjadi pintu masuk utama transportasi udara di Kalimantan Barat. Pada April 2026, jumlah penumpang yang datang melalui bandara tersebut mencapai 114.258 orang atau berkontribusi sebesar 87,58 persen dari total kedatangan penumpang udara di Kalimantan Barat. Namun, angka itu turun 13,80 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 132.550 orang.

Selain Bandara Supadio, penurunan jumlah penumpang yang datang juga terjadi di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dan Bandara Singkawang.

Sementara itu, Bandara Pangsuma Kapuas Hulu dan Bandara Tebelian Sintang mencatat peningkatan jumlah penumpang dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi tidak mencatat aktivitas kedatangan penumpang pada April 2026.

Di sisi lain, transportasi laut justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat pada April 2026 mencapai 24.968 orang, naik 272,43 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 6.704 orang.

“Sementara jumlah penumpang yang berangkat melalui jalur laut mencapai 19.118 orang atau naik 112,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” tambah Saichudin.

Baca Juga: Ancaman Karhutla di Kalbar Belum Berakhir, BPBD Kalbar Tetap Siagakan Water Bombing

Menurut Muh Saichudin, peningkatan terbesar arus penumpang laut terjadi melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak. Pelabuhan tersebut mencatat kedatangan sebanyak 20.662 penumpang atau 82,75 persen dari total kedatangan penumpang laut di Kalimantan Barat pada April 2026.

Selain pergerakan penumpang, aktivitas bongkar barang di pelabuhan-pelabuhan Kalimantan Barat juga meningkat tajam. Pada April 2026, jumlah barang yang dibongkar mencapai 9,56 juta ton, naik 377,71 persen dibandingkan Maret 2026. Sebaliknya, jumlah barang yang dimuat tercatat 625.125 ton atau turun 14,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Saichudin menambahkan, Pelabuhan Kendawangan menjadi kontributor terbesar aktivitas bongkar barang dengan volume mencapai 5,34 juta ton atau 55,85 persen dari total barang yang dibongkar di Kalimantan Barat selama April 2026.

“Sementara untuk aktivitas muat barang, Pelabuhan Telok Melano menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 58,26 persen dari total barang yang dimuat,” pungkas Saichudin. (mse)

Editor : Hanif
#angkatan udara #bps kalbar #Penumpang Udara #Transportasi #turun drastis