PONTIANAK POST – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Noval Nofiendra, menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Namun, ia meminta pemerintah tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan dalam pelaksanaannya.
Menurut Noval, secara prinsip program MBG merupakan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat yang memiliki tujuan baik, terutama dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Ini kan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Programnya baik dan harus dipertahankan,” ujar Noval saat dimintai tanggapan terkait perkembangan pelaksanaan program MBG, Rabu (10/6).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan program berskala nasional tersebut tidak menutup kemungkinan adanya oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan atau menjalankan program tidak sesuai ketentuan.
Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, termasuk penghentian sementara atau pemberian sanksi terhadap SPPG yang tidak mematuhi aturan.
“Kalau ada oknum yang bermain, ada yang tidak menjalankan aturan dengan benar, tentu harus ditindak tegas. Kalau perlu disuspend atau dihentikan sementara sampai persoalannya selesai,” katanya.
Noval menyebutkan, langkah penegakan aturan tersebut penting untuk menjaga kualitas program sekaligus memastikan manfaat MBG benar-benar diterima masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menilai program MBG masih tergolong baru sehingga berbagai evaluasi dan penyempurnaan merupakan hal yang wajar terjadi dalam proses implementasinya.
“Program baru seperti MBG tentu belum sempurna. Pasti membutuhkan koreksi, masukan, dan evaluasi dari berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.
Politisi Gerindra Kalbar ini menegaskan bahwa berbagai hal yang dinilai positif dari program tersebut harus terus dipertahankan, sementara kekurangan yang muncul di lapangan perlu segera diperbaiki agar tidak mengurangi kepercayaan publik.
Terkait pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), Noval mengaku masih menunggu kinerja pejabat baru tersebut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Belum tahu bagaimana kerjanya karena masih baru. Kita berharap bisa membawa angin baru dan membuat pelaksanaan program semakin baik ke depan,” katanya.
Ia berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat tata kelola program MBG, meningkatkan pengawasan, serta memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Baca Juga: Air Mata Kepala BGN Baru, 63 Juta Penerima MBG Akan Dievaluasi Total
Noval melanjutkan bahwa, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan dukungan dari berbagai pihak agar program strategis tersebut dapat berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. (den)
Editor : Miftahul Khair