PONTIANAK POST – PT PLN memastikan kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat tetap aman di tengah isu krisis batu bara. Sistem Kelistrikan Khatulistiwa hingga saat ini masih berjalan normal dengan dukungan berbagai sumber pembangkit.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP3KAL, Rizki Sandiaribaya, mengatakan pasokan listrik di Kalimantan Barat masih dalam kondisi relatif aman dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kondisi kelistrikan, khususnya Sistem Kelistrikan Khatulistiwa atau Provinsi Kalbar, saat ini aman,” ujar Rizki di Pontianak, siang kemarin.
Baca Juga: Viral Jawa-Bali Bakal Blackout, Ini Penjelasan PLN
Ia menjelaskan, sistem kelistrikan Kalbar tidak hanya bergantung pada satu sumber pembangkit. Saat ini kebutuhan listrik masyarakat dipenuhi melalui kombinasi sejumlah pembangkit, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta dukungan pasokan listrik dari Serawak Energy Berhad (Sesco) Malaysia. “Pasokannya gabungan, termasuk suplai dari Sesco Malaysia,” katanya.
Menurut Rizki, sejumlah pembangkit yang menyuplai sistem kelistrikan Kalimantan Barat masih beroperasi dengan baik. Namun, ia tidak merinci jumlah pembangkit (PLTU.red) yang saat ini aktif menyuplai kebutuhan listrik daerah.
“Ada cukup banyak pembangkit yang menyuplai sistem untuk Kalbar, baik dari PLN maupun IPP (Independent Power Producer). Secara umum saat ini kondisinya masih baik,” jelasnya.
Ia menerangkan, PLN dan IPP memiliki peran berbeda dalam penyediaan tenaga listrik. PLN merupakan badan usaha penyedia tenaga listrik milik negara, sedangkan IPP merupakan perusahaan swasta yang memproduksi listrik untuk kemudian masuk dalam sistem kelistrikan.
Baca Juga: Wamenaker Tinjau SPKLU PLN, Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Meski berbeda pengelolaan, keduanya tetap terintegrasi dalam sistem kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain PLTU dan pasokan dari Sesco Malaysia, Rizki menyebutkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) juga masih tersedia sebagai cadangan operasional apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
“PLTD masih dalam posisi standby operasi, biasanya untuk kondisi tertentu,” ujarnya.
Rizki menegaskan, seluruh skema penyediaan listrik yang dilakukan PLN bertujuan menjaga keandalan sistem sekaligus memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.
“Intinya semua skema diutamakan untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap baik,” pungkasnya. (mse)
Editor : Miftahul Khair