Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ria Norsan Dorong Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan, Ekowisata dan Konservasi Penyu Jadi Prioritas

Uray Ronald • Minggu, 14 Juni 2026 | 23:19 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong percepatan pengembangan kawasan Pantai Temajuk, Kabupaten Sambas, sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus gerbang wisata perbatasan. (ANTARA/Prokopim Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong percepatan pengembangan kawasan Pantai Temajuk, Kabupaten Sambas, sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus gerbang wisata perbatasan. (ANTARA/Prokopim Kalbar)

 

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong percepatan pengembangan Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus gerbang wisata perbatasan Indonesia-Malaysia.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Saat meninjau kawasan Temajuk, Norsan menegaskan pemerintah ingin memastikan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan agar potensi wisata di kawasan perbatasan tersebut dapat berkembang secara optimal.

"Kunjungan ini kita fokuskan untuk melihat langsung kondisi Pantai Temajuk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang diperlukan agar kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Norsan.

Baca Juga: Main Bola Bareng Warga Temajuk, Ria Norsan Ungkap Jagoannya di Piala Dunia 2026

Temajuk Miliki Potensi Besar sebagai Destinasi Wisata Perbatasan

Pantai Temajuk dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Barat. Kawasan ini memiliki garis pantai sekitar 60 kilometer dengan panorama alam yang masih terjaga.

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia, menjadi keunggulan tersendiri. Posisi strategis tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Temajuk untuk berkembang sebagai pintu masuk wisata internasional di wilayah perbatasan.

Menurut Norsan, potensi yang dimiliki Temajuk tidak kalah dibandingkan destinasi wisata nasional lainnya.

"Temajuk adalah salah satu permata wisata Kalimantan Barat. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Karena itu, pembangunan akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya harus terus kita dorong agar wisatawan semakin mudah dan nyaman berkunjung ke sini," ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan PLBN Temajuk Didorong Segera Terwujud, Pemkab Sambas Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Infrastruktur Jadi Kunci Pengembangan Kawasan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menilai pengembangan Temajuk membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Akses jalan, jaringan telekomunikasi, fasilitas wisata, hingga pasokan listrik yang stabil menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan daya saing destinasi tersebut.

Perbaikan infrastruktur diyakini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.

Meski memiliki potensi wisata besar, Temajuk masih menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur. Akses darat menuju kawasan wisata perbatasan tersebut terus mengalami perbaikan, namun pada beberapa titik masih rentan terdampak cuaca ekstrem.

Di sektor kelistrikan, kondisi Temajuk mengalami kemajuan signifikan. Sejak Agustus 2023, masyarakat telah menikmati layanan listrik 24 jam setelah pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mendukung pasokan energi di kawasan perbatasan.

Kehadiran listrik sepanjang hari dinilai memberi dampak positif bagi aktivitas ekonomi warga, pengelolaan homestay, serta layanan pendukung pariwisata.

Sementara itu, ketersediaan jaringan telekomunikasi masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus didorong pemerintah.

Persoalan keterbatasan sinyal komunikasi di Temajuk pernah menjadi perhatian pemerintah pusat karena dinilai memengaruhi akses informasi, pelayanan publik, dan pengembangan sektor pariwisata di kawasan perbatasan.

Saat ini, pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk serta penguatan konektivitas kawasan perbatasan diharapkan mampu mempercepat peningkatan infrastruktur dasar, termasuk transportasi, telekomunikasi, dan layanan publik lainnya yang dibutuhkan masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga: PLBN Temajuk Mulai Dibangun 2026, Dukung Pariwisata dan Ekonomi Perbatasan Sambas

Pariwisata Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Pengembangan Temajuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan. Pemerintah juga berharap sektor pariwisata mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat perbatasan.

Peluang tersebut terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola homestay, penyedia jasa wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif lokal.

Bagi masyarakat Temajuk, kemajuan sektor wisata diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sehingga warga tidak hanya bergantung pada sektor tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ekowisata dan Konservasi Penyu Jadi Prioritas

Selain pengembangan infrastruktur, Norsan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Menurut dia, kawasan Paloh memiliki nilai ekologis yang tinggi karena menjadi habitat penyu yang dilindungi. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekowisata yang berkelanjutan.

"Kita ingin pembangunan pariwisata di Temajuk berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Konsep ekowisata harus menjadi landasan utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya," katanya.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay sesuai standar Sapta Pesona, pengembangan kuliner lokal yang higienis, serta penguatan atraksi wisata berbasis alam dan budaya.

Baca Juga: Dihebohkan Netizen Sedunia, Warga Sambas Temukan Rafflesia Hasseltii Mekar Sempurna di Temajuk

Temajuk dikenal sebagai salah satu habitat peneluran penyu terpenting di Indonesia. Kawasan pesisir Paloh memiliki pantai peneluran penyu dan menjadi habitat utama penyu hijau (Chelonia mydas) serta penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Selain itu, penyu belimbing dan penyu lekang juga sesekali ditemukan mendarat untuk bertelur di kawasan tersebut.

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 93/KEPMEN-KP/2020 telah menetapkan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Paloh sebagai kawasan konservasi dengan fokus perlindungan habitat peneluran penyu, alur migrasi, serta ekosistem pesisir pendukungnya.

Kawasan ini menjadi salah satu aset ekologis penting Kalimantan Barat yang memiliki nilai konservasi sekaligus potensi ekowisata berkelanjutan.

Sejumlah penelitian menunjukkan populasi penyu yang mendarat di Pantai Paloh masih menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perubahan habitat, aktivitas manusia, hingga perdagangan telur penyu.

Karena itu, pengembangan pariwisata di Temajuk dan Paloh dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya konservasi agar keberadaan satwa dilindungi tersebut tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Temajuk Disiapkan Menjadi Pintu Masuk Wisata Internasional

Posisi geografis Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai menjadi peluang besar bagi Kalimantan Barat untuk menarik wisatawan mancanegara.

Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) serta penguatan konektivitas kawasan perbatasan diyakini dapat mendukung Temajuk berkembang menjadi salah satu gerbang wisata internasional di Kalimantan Barat.

"Kita harus siap menyambut wisatawan dari negara tetangga. Ketika mereka memasuki wilayah Indonesia melalui Temajuk, yang mereka lihat harus mencerminkan wajah terbaik bangsa ini, mulai dari infrastruktur yang baik, lingkungan yang bersih, hingga keramahan masyarakatnya," kata Norsan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga berdialog dengan masyarakat, pelaku usaha wisata, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) guna menyerap aspirasi terkait pengembangan kawasan wisata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap Temajuk dapat menjadi model pembangunan wisata perbatasan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.*

Editor : Uray Ronald
#ekowisata Kalimantan Barat #gubernur kalbar #Wisata Perbatasan #TEMAJUK SAMBAS #Pantai Temajuk