PONTIANAK POST – Kalimantan Barat berpeluang menjadi tuan rumah kegiatan gathering Universal Line Dance (ULD) berskala nasional hingga internasional. Potensi komunitas yang terus berkembang, ditambah kekayaan budaya, wisata, dan kuliner daerah, menjadi modal kuat untuk menjadikan Kalbar sebagai salah satu pusat pengembangan line dance di Indonesia.
Peluang tersebut mengemuka dalam kegiatan Gathering & Jamming ULD Kalbar di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (14/6). Kegiatan tersebut mempertemukan 13 komunitas line dance dari Pontianak, Kubu Raya, dan Singkawang dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang.
Ketua Bidang Organisasi ULD Indonesia, Sofyan Anas, mengatakan Kalimantan Barat memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mendukung pengembangan line dance, tidak hanya dari sisi komunitas, tetapi juga melalui potensi pariwisata dan budaya lokal.
Baca Juga: Tarian dan Nyanyian Tradisional Papua Sambut Tim Aju KONI Kalbar di Merauke
Menurut dia, kombinasi antara olahraga, hiburan, dan promosi daerah dapat menjadikan line dance sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di Kalbar.
"Kami melihat banyak sekali potensi di Kalimantan Barat. Wisatanya, kulinernya, budayanya sangat kuat, begitu juga dengan kebersamaannya. Ini menjadi modal besar untuk pengembangan line dance ke depan," ujarnya.
Sofyan menyebut ULD Indonesia membuka peluang Kalbar menjadi lokasi pelaksanaan gathering nasional yang akan menghadirkan perwakilan dari 29 provinsi di Indonesia serta satu perwakilan dari Melbourne.
Bahkan, kegiatan tersebut berpotensi dikembangkan dalam skala internasional dengan melibatkan komunitas line dance dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: Line Dance: Olahraga Menyenangkan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental
"Kalbar memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk menjadi tuan rumah kegiatan besar. Tidak hanya untuk komunitas, tetapi juga bisa menjadi ajang memperkenalkan potensi daerah," katanya.
Sementara itu, Ketua Diklat ULD Indonesia, Rico Yusran, mengapresiasi antusiasme masyarakat Kalimantan Barat terhadap perkembangan line dance. Ia menilai potensi tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan para instruktur dan pegiat agar kualitas line dance semakin baik.
"Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana terus diasah dan diperkuat ilmunya, sehingga kualitas line dance di Kalimantan Barat semakin berkembang," ujarnya.
Ketua ULD Kalbar, Herkulana Mekarryani mengatakan pihaknya kini fokus memperkuat regenerasi organisasi dengan melibatkan kalangan muda. Salah satunya melalui pembukaan kelas junior serta pendekatan ke ruang-ruang yang dekat dengan generasi muda.
ULD Kalbar, kata dia, juga berencana memperkenalkan line dance melalui sekolah-sekolah agar olahraga tersebut semakin dikenal luas.
"Kalau ingin mengajak Gen Z, pendekatannya harus sesuai dengan dunia mereka. Kami ingin lebih banyak melibatkan anak-anak muda agar line dance semakin berkembang di Kalimantan Barat," katanya.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Pacu Implementasi Program Presiden dan Soroti Sekolah Rakyat
Herkulana menegaskan ULD Kalbar tetap membawa semangat kebersamaan dan keterbukaan bagi seluruh komunitas. "Melalui tema "Satu Langkah, Satu Irama, Satu Keluarga", line dance diharapkan menjadi ruang positif yang mempererat hubungan masyarakat lintas latar belakang," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair