PONTIANAK POST – Ancaman banjir rob Kalimantan Barat belum mencapai puncaknya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak mengingatkan masyarakat pesisir untuk tetap waspada karena pasang maksimum air laut diperkirakan masih berlangsung hingga 20 Juni 2026.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul genangan yang mulai muncul di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di Kota Pontianak serta beberapa daerah pesisir Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Raden Eko Sarjono, mengatakan fenomena bulan baru pada 15 Juni 2026 memicu kenaikan muka air laut yang berdampak pada wilayah pesisir dan kawasan yang dipengaruhi pasang surut Sungai Kapuas.
“Fenomena bulan baru berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum dan menyebabkan genangan di wilayah pesisir Kalimantan Barat yang dekat dengan laut maupun sungai yang dipengaruhi pasang surut,” ujarnya, Selasa (16/6).
Puncak Pasang Terjadi Sore hingga Malam Hari
BMKG mencatat tinggi pasang maksimum diprakirakan mencapai 1,9 hingga 2 meter pada periode 16–20 Juni 2026.
Puncak pasang diprediksi terjadi setiap hari pada rentang pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Bahkan, ketinggian muka air laut sekitar 2 meter berpotensi terjadi pada 16 hingga 19 Juni.
Data pemantauan menunjukkan tinggi muka air laut pada 15 Juni 2026 telah mencapai 265 sentimeter pada pukul 19.00 WIB. Namun angka tersebut diperkirakan belum menjadi puncak pasang tertinggi.
Wilayah yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan
BMKG menyebut daerah pesisir, bantaran Sungai Kapuas, serta kawasan dataran rendah menjadi wilayah yang paling rentan terdampak genangan.
Kondisi tersebut semakin berisiko karena terjadi bersamaan dengan potensi hujan di berbagai daerah Kalimantan Barat.
“Sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah yang terdampak,” kata Eko.
Aktivitas Warga Mulai Terganggu
Dampak kombinasi hujan deras dan pasang air mulai dirasakan masyarakat. Di Kota Pontianak, sejumlah ruas jalan tergenang setelah hujan mengguyur sejak Senin (15/6) malam.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai di atas mata kaki orang dewasa. Sejumlah pengendara sepeda motor mengalami mogok dan terpaksa mendorong kendaraan mereka saat melintasi jalan yang terendam.
Di kawasan permukiman, air juga mulai masuk ke rumah warga. Sebagian keluarga harus memindahkan barang elektronik dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan genangan. Selain mengganggu aktivitas harian, banjir juga meningkatkan risiko kerusakan harta benda dan ancaman gangguan kesehatan pascabanjir.
Potensi Hujan Masih Tinggi
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pada 16–17 Juni, hujan sedang diperkirakan terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Selanjutnya pada 18–19 Juni, hujan sedang berpotensi melanda Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sekadau, dan Sintang.
Sementara pada 20 Juni, hujan sedang masih berpeluang terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak, Sekadau, dan Sintang.
BMKG Minta Warga Tidak Lengah
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap genangan yang terjadi saat ini sebagai puncak banjir rob.
Warga diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, terutama masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan kawasan dataran rendah.
Selain mengamankan barang berharga, masyarakat juga diminta mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar genangan dan aliran sungai yang debit airnya meningkat.
“Kepada masyarakat agar mewaspadai dampak banjir rob yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dari BMKG Maritim Pontianak,” pungkas Eko. (sti)
Waspada Hingga 20 Juni 2026
- Tinggi pasang maksimum: 1,9–2 meter
- Periode kritis: 16–20 Juni 2026
- Puncak pasang: 18.00–21.00 WIB
- Pemicu: Fenomena bulan baru dan hujan deras
- Wilayah rentan: Pesisir, bantaran Sungai Kapuas, dan dataran rendah
Sumber: BMKG Maritim Pontianak
Editor : Aristono Edi Kiswantoro