PONTIANAK POST – SMPN 1 Pontianak membantah informasi yang menyebut puluhan siswanya mengalami keracunan makanan setelah mengikuti pawai Tahun Baru Islam di Pontianak yang start di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada Selasa (16/06/2026). Pihak sekolah memastikan hanya satu siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisi tersebut diduga akibat kelelahan, bukan keracunan makanan.
Kepala SMPN 1 Pontianak, Kiswanti, mengatakan dirinya langsung melakukan pemantauan ke rumah sakit setelah menerima informasi mengenai kondisi siswa tersebut.
“Saya sedang di rumah sakit memantau. Memang benar ada siswa kami yang sakit, tetapi tidak sampai puluhan orang. Saat ini bahkan hanya satu anak yang dirawat di rumah sakit. Namun bukan karena keracunan makanan,” ujarnya kepada Pontianak Post, Selasa (16/6) malam.
Diduga Akibat Aktivitas yang Padat
Menurut Kiswanti, siswa yang dirawat diduga mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian aktivitas yang cukup padat sepanjang hari.
Pada pagi hari, siswa tersebut mengikuti pawai Tahun Baru Islam di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung dan sejumlah ruas jalan yang masih tergenang air. Setelah kegiatan pawai, siswa yang bersangkutan diketahui masih mengikuti aktivitas lain.
“Hasil pemeriksaan yang kami terima menyebutkan anak tersebut mengalami kelelahan. Kebetulan pada hari yang sama beberapa anak juga memiliki kegiatan tambahan seperti latihan menari dan futsal,” katanya.
Belum Ada Bukti Keracunan Makanan
Kiswanti menjelaskan seluruh peserta pawai mengonsumsi makanan yang sama selama kegiatan berlangsung. Hingga saat ini, sekolah tidak menemukan indikasi adanya keracunan massal yang dialami siswa.
Meski terdapat beberapa keluhan kesehatan dari sejumlah murid, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keracunan makanan.
Menurutnya, selama kegiatan berlangsung siswa juga membeli dan mengonsumsi berbagai jenis jajanan di luar makanan yang disediakan panitia.
“Anak-anak juga membeli makanan dan minuman lain seperti risol mayones, es krim, dan jajanan lainnya. Karena itu, tidak bisa langsung disimpulkan sebagai keracunan makanan,” ujarnya.
Sekolah Terus Memantau Kondisi Siswa
Pihak sekolah memastikan terus memantau perkembangan kondisi siswa yang sedang menjalani perawatan. Hingga Selasa malam, tidak ditemukan laporan adanya puluhan siswa yang harus mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan makanan.
Sekolah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyimpulkan penyebab suatu kejadian. (iza)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro