Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kelola Risiko Program, DLHK Kalbar Tekankan Safeguard Harus Jadi Instrumen Pencegahan

Siti Sulbiyah • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:33 WIB
Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani saat membuka acara di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (17/6). (ISTIMEWA)
Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani saat membuka acara di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (17/6). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kerangka pengaman sosial dan lingkungan (safeguard) bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian dari tata kelola program yang memastikan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar, Adi Yani mengatakan pengalaman berbagai program menunjukkan bahwa sebagian besar masalah muncul bukan karena kegagalan teknis, tetapi karena lemahnya pengelolaan risiko sosial dan lingkungan.

"Karena itu, safeguard harus dipandang sebagai instrumen pencegahan,” kata Adi Yani dalam rapat rencana pengarusutamaan safeguard dan gender, yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (17/6).

Baca Juga: DLHK Kalbar Revisi Dokumen RKTP untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dunia melalui Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Output 2 Green Climate Fund (GCF) Kalbar untuk Periode 2014- 2016 atas keberhasilan Provinsi Kalbar yang berkomitmen penuh untuk mendukung target penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebagaimana tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Safeguard, kata Adi Yani, memastikan bahwa program dapat memberikan manfaat yang nyata, melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, mengurangi risiko pelaksanaan, meningkatkan akuntabilitas program karena keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan yang terlaksana atau anggaran yang terserap.

“Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan kita dalam mengelola risiko lingkungan dan sosial yang mungkin muncul selama pelaksanaan program,” ujarnya.

Baca Juga: Buka Peluang Mitra Global di GCF Task Force Ke-16, DLHK Kalbar Adopsi Inovasi Bioekonomi

Menurutnya, dalam melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan, tidak terlepas dari kewajiban melaksanakan komitmen safeguard dan pengarustamaan gender. 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pemantauan, evaluasi dan pelaporan dapat dilaksanakan secara komprehensif, dimana dalam proposal yang diajukan, kita sudah mengidentifikasi potesi risiko sosial dan lingkungan di setiap sub kegiatan, upaya mitigasi dan adaptasi yang bisa dilakukan berikut indikator dan alat atau sumber verifikasi atas penanggulangan risiko yang sudah dilakukan,” jelasnya

Setiap kegiatan lanjut dia, memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Karena itu, safeguard memberikan kerangka kerja yang membantu kita mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola berbagai risiko yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan.

“Peran unit pengampu pelaksana kegiatan sangat penting karena sebagian besar aktivitas program berada di tingkat tapak. Keberhasilan implementasi safeguard sangat ditentukan oleh komitmen dan kapasitas mitra dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut,” ucapnya.

Kegiatan ini jelas Adi Yani menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman dan komitmen seluruh mitra pelaksana dalam memastikan bahwa program yang kita laksanakan tidak hanya mencapai target, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Dinas LHK Kalbar Perkuat Program Iklim untuk Capai Target Penurunan Emisi GRK

“Ini merupakan ruang diskusi bersama untuk menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan program,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain dari dinas, juga diisi materi yang disampaikan oleh akademisi Untan dan tim Safeguard Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI. (sti/ser)

Editor : Miftahul Khair
#safeguard #DLHK Kalbar #REDD+