Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Wagub Kalbar Dorong ICDN Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Novantar Ramses Negara • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:29 WIB
Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan
Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan

PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi yang beranggotakan para akademisi, profesional, dan intelektual Dayak tersebut memiliki kapasitas untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan pembangunan.

Ia berharap ICDN tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para intelektual, tetapi mampu menghadirkan pemikiran strategis dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan di Kalimantan Barat.

“ICDN ini dihuni oleh orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan. Karena itu saya berharap keberadaannya dapat memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah untuk kemajuan Kalbar,” ujar Krisantus belum lama ini.

Menurut Krisantus, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kelompok intelektual yang memiliki kemampuan dalam membaca peluang dan memberikan gagasan inovatif.

Baca Juga: RSUD Soedarso Siapkan Layanan Kedokteran Nuklir untuk Tekan Pasien Berobat ke Malaysia

Ia menegaskan ICDN harus mengambil posisi sebagai bagian dari pelaku pembangunan, bukan hanya menjadi pengamat.

“Kami ingin ICDN hadir sebagai bagian utama dalam pembangunan. Jangan hanya melihat dari luar, tetapi ikut mengambil peran dan menjadi penggerak di berbagai bidang,” katanya.

Ia menyebut peluang yang dimiliki masyarakat Dayak saat ini cukup besar, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, maupun sektor lainnya. Karena itu, diperlukan kesiapan sumber daya manusia agar mampu bersaing dan mengambil manfaat dari berbagai peluang tersebut.

“Kesempatan itu ada, tinggal bagaimana mampu mempersiapkan diri. Masyarakat harus berani tampil dan menjadi bagian yang menentukan arah pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Krisantus menilai ICDN memiliki kekuatan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun lembaga lainnya.

Baca Juga: Kemenkes Siapkan Aturan Bungkus Rokok Polos, Kemasan Bakal Diseragamkan, Ini Alasannya

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal penting di tengah perkembangan digital yang semakin cepat.

Ia mengingatkan perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi tanpa pemahaman yang baik bisa membawa dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu, penipuan, hingga berbagai persoalan sosial lainnya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus diperkuat,” jelasnya.

Selain penguatan sumber daya manusia, Krisantus juga mengajak ICDN ikut mengawal pengelolaan sumber daya alam Kalimantan Barat agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia menilai potensi alam yang dimiliki Kalbar harus mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat daerah. Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan biomassa dari limbah kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan. 

Baca Juga: 4 Pengedar Sabu di Sengah Temila-Landak DIbekuk, Polisi Sita 54 Gram Sabu Siap Edar

Menurutnya, limbah seperti cangkang sawit memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara optimal.

“Kalau batu bara merupakan sumber energi yang terbatas, biomassa berbeda karena dapat diperbarui. Potensi ini harus dimanfaatkan agar energi yang berasal dari Kalbar juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kalbar,” ungkapnya.

Ia mengatakan kebutuhan bahan baku biomassa untuk pengembangan energi sebenarnya masih jauh lebih kecil dibandingkan potensi produksi yang tersedia.

Menurutnya, produksi cangkang sawit di Kalbar cukup besar sehingga dapat menjadi peluang ekonomi baru apabila dikelola dengan baik.

“Kebutuhan kita sekitar 60 ribu ton per bulan. Saya berharap kebutuhan dalam daerah dapat dipenuhi terlebih dahulu sebelum hasil produksi dikirim ke luar daerah,” katanya.

Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sanggau Salurkan Bansos untuk 100 Purnawirawan dan Warga Kurang Mampu

Krisantus menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan energi biomassa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Kami sudah membangun komunikasi dengan pihak terkait, termasuk PLN, agar potensi yang selama ini belum maksimal dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi,” tuturnya. (mse)

Editor : Hanif
#pembangunan #Penguatan SDM #Wagub Kalbar #icdn #mitra strategis pemerintah