PONTIANAK POST – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Barat menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Kamis (18/6). Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu diwarnai penyampaian kritik terhadap kondisi ekonomi serta sempat memunculkan ketegangan antara massa dan aparat kepolisian.
Mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti BEM Untan, BEM Universitas OSO, Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Kalbar (Solmadapar), AGRA Kalbar, BEM REMA Universitas PGRI Pontianak, dan elemen lainnya, menyampaikan berbagai aspirasi terkait tingginya harga kebutuhan pokok hingga isu pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Aksi diawali dengan menyanyikan lagu perjuangan sebelum massa bergerak menuju area tengah Bundaran Digulis. Kehadiran peserta aksi sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Baca Juga: Gelombang Aksi Mahasiswa Turun ke Jalan Kian Meluas, Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kebijakan ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Massa juga bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti beban ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Situasi sempat memanas ketika sebagian peserta aksi berupaya melakukan blokade jalan. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung mengingatkan massa agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.
"Jangan mengganggu arus lalu lintas," ujar Kapolresta Pontianak Kota Kombes Endang Tri Purwanto saat memberikan imbauan kepada peserta aksi.
Ketegangan kembali terjadi setelah muncul pernyataan seorang perwira kepolisian kepada pengendara yang melintas. Ucapan tersebut langsung mendapat respons dari massa aksi yang menilai pernyataan itu tidak tepat.
Baca Juga: Mahasiswa Sintang Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Pedalaman
Meski sempat terjadi adu argumen, situasi dapat dikendalikan dan demonstrasi berlangsung dalam pengamanan ketat aparat kepolisian. Hingga kegiatan berakhir, aksi tetap berjalan kondusif tanpa insiden yang mengganggu keamanan secara signifikan. (mdy)
Editor : Miftahul Khair