Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Festival Bak Cang Pontianak Pecahkan Rekor 1000 Porsi

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:04 WIB
Kepala UPT Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan piagam penghargaan atas pemecahan rekor pembagian 1.000 bakcang di Kota Pontianak dalam Festival Bakcang yang digelar di Alun-Alun Kota Pontianak. Penyerahan piagam tersebut disaksikan Wali Kota Pontianak, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang hadir.
Kepala UPT Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan piagam penghargaan atas pemecahan rekor pembagian 1.000 bakcang di Kota Pontianak dalam Festival Bakcang yang digelar di Alun-Alun Kota Pontianak. Penyerahan piagam tersebut disaksikan Wali Kota Pontianak, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang hadir.

PONTIANAK POST - Festival Bak Cang di Kota Pontianak mencatat sejarah baru dengan pembagian 1.000 bak cang kepada masyarakat yang hadir. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, tokoh masyarakat, serta pihak Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat.

Pencatatan rekor tersebut dilakukan pada kegiatan yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari festival budaya yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Festival Bak Cang 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) bersama sejumlah pihak berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di kawasan Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak, yang secara reguler juga menjadi ruang pelaksanaan berbagai agenda budaya daerah dan kegiatan seni masyarakat Kalimantan Barat

Rekor Tercatat di Museum dan Dapat Apresiasi Pemerintah Kota

Pihak Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat mencatat capaian pembagian 1.000 bak cang tersebut sebagai bagian dari dokumentasi sejarah kegiatan budaya di daerah.

Wali Kota Pontianak juga memberikan apresiasi atas konsistensi KBTP dalam menjaga tradisi dan menghadirkan ruang kebersamaan lintas masyarakat.

Selain itu, sejumlah pelaku budaya turut menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendukung pelestarian budaya Tionghoa di Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Bakcang 2026 yang dinilainya tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat identitas Pontianak sebagai kota yang majemuk dan berbasis kebudayaan.

“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujar Edi saat membuka Festival 1000 Bakcang di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) sebagaimana tercatat dalam agenda resmi Pemerintah Kota Pontianak.

Ia menambahkan, kegiatan budaya seperti Festival Bakcang harus terus didorong karena memiliki dampak langsung terhadap penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat, termasuk UMKM lokal yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, pihak Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi atas pencatatan rekor pembagian 1.000 bakcang dalam festival tersebut yang dinilai memiliki nilai dokumentasi sejarah budaya daerah.

Perwakilan museum menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi bagian dari arsip koleksi peristiwa budaya Kalimantan Barat karena mencerminkan praktik pelestarian tradisi yang hidup di tengah masyarakat Pontianak.

“Pencatatan ini penting sebagai dokumentasi sejarah budaya yang berkembang di Kalimantan Barat, khususnya dalam tradisi masyarakat Tionghoa Pontianak,” ujar Meidy Vinandar Pratama, selaku Kepala UPT Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat.

KBTP Konsisten Gelar Festival Bak Cang Tahunan

Ketua KBTP sekaligus Ketua Panitia Festival Bak Cang, Hendry Pangestu Lim, mengatakan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin komunitas dalam beberapa tahun terakhir di Kota Pontianak.

Pada tahun ini, festival tidak hanya berfokus pada perayaan budaya, tetapi juga mencatatkan rekor pembagian bak cang terbanyak kepada masyarakat.

“Festival Bak Cang ini sudah menjadi kegiatan rutin yang kami selenggarakan bersama Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP). Tahun ini kami mencatatkan rekor pembagian 1.000 bak cang kepada masyarakat yang hadir, dan ini menjadi kebanggaan karena kegiatan ini juga tercatat dalam sejarah budaya di Pontianak,”
ujarnya.

Budaya, Edukasi, dan Dampak Ekonomi Lokal

Festival Bak Cang tidak hanya dimaknai sebagai perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi lintas generasi mengenai tradisi Tionghoa di Pontianak.

KBTP menilai kegiatan ini berpotensi memperkuat sektor pariwisata budaya di Kota Pontianak. Efek turunannya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM, perhotelan, dan sektor kuliner lokal.

Sejumlah studi dan laporan pembangunan pariwisata menunjukkan bahwa penyelenggaraan event budaya di Kalimantan Barat, termasuk di Kota Pontianak, memiliki kontribusi langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta jasa pariwisata.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM dan pariwisata menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Kegiatan berbasis budaya dan ekonomi kreatif disebut menjadi motor penggerak yang mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks Kota Pontianak, berbagai festival budaya seperti Cap Go Meh, Festival Oriental Khatulistiwa, hingga agenda kuliner daerah sebelumnya juga terbukti mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga peningkatan transaksi UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Sementara itu, kajian akademik mengenai dampak pengembangan pariwisata cagar budaya di Pontianak Timur menunjukkan bahwa sektor ini berdampak positif terhadap peningkatan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat lokal, masing-masing mencapai 57 persen dan 43 persen dalam konteks penelitian kawasan wisata budaya.

Secara umum, berbagai literatur pembangunan pariwisata juga menegaskan bahwa event budaya berperan sebagai instrumen promosi daerah yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga menjadi strategi penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas serta pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.

Harapan Pengembangan Festival ke Depan

KBTP berharap festival seperti ini dapat terus berkembang menjadi agenda budaya berskala lebih besar yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga ekonomi.

Dengan keterlibatan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan masyarakat, Festival Bak Cang diharapkan menjadi salah satu ikon budaya tahunan Kota Pontianak. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Festival Bak Cang Pontianak #Rekor pembagian bak cang 1000 porsi #Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP #budaya Tionghoa Kalimantan Barat #wisata budaya Pontianak