Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Perjalanan Bandara Supadio dari Domestik Menuju Internasional: Kini Hubungkan Kalbar ke Malaysia dan Singapura

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:35 WIB
Bandara Internasional Supadio Kubu Raya. (FACEBOOK/Supadio International Airport)
Bandara Internasional Supadio Kubu Raya. (FACEBOOK/Supadio International Airport)

PONTIANAK POST – Tak banyak bandara yang pernah merasakan pahitnya dicabut status internasionalnya, lalu berjuang keras mendapatkannya kembali.

Bandara Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat, adalah salah satunya. Kini, dua tahun setelah degradasi itu, Supadio tidak hanya kembali berstatus internasional, tapi juga bersiap membuka rute ke Singapura.

Pada April 2024, Bandara Supadio resmi diturunkan statusnya menjadi bandara domestik. Status Bandara Supadio sebagai bandara internasional sempat dicabut bersama 16 bandara lainnya di Indonesia oleh Kemenhub melalui Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tanggal 2 April 2024.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, keputusan itu terasa berat. Selama bertahun-tahun, penerbangan langsung ke Kuching dan Kuala Lumpur sudah menjadi urat nadi mobilitas warga perbatasan, pelaku bisnis, hingga calon jamaah umrah.

Baca Juga: Bandara Supadio Punya Tiga Rute Internasional, Buka Peluang Baru bagi Ekonomi dan Mobilitas Kalbar

Titik Baliknya Ada di Juni 2025

Kerja keras berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil. Reaktivasi status internasional Bandara Supadio diresmikan secara simbolis pada Rabu pagi 4 Juni 2025 melalui penabuhan rebana di ruang VIP Bandara Supadio, disaksikan sejumlah pejabat penting dari pusat dan daerah.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan bahwa pengembalian status internasional ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas Kalimantan Barat dengan negara-negara tetangga dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dalam laporan Antara (5/6/2025), Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan penetapan Supadio sebagai bandara internasional didasari kajian potensi angkutan udara dalam dan luar negeri, data sebaran bandara internasional eksisting di sekitarnya, serta data keterkaitan intra dan antarmoda.

Baca Juga: Lima Layang-Layang Ganggu Jalur Penerbangan, Bandara Supadio Ingatkan Risiko Keselamatan Pesawat

Proses ini pun tidak sederhana, sebagai bandar udara enclave militer, perubahan status Supadio menjadi bandara internasional turut memerlukan pertimbangan Menteri Pertahanan serta rekomendasi dari Kementerian Keuangan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kementerian Kesehatan dan Badan Karantina Indonesia.

September 2025: Pesawat Internasional Pertama Mendarat

Tiga bulan setelah peresmian status, penantian panjang itu terbayar. Bandara Internasional Supadio resmi kembali melayani penerbangan internasional pada Jumat 12 September 2025, ditandai penerbangan perdana maskapai AirAsia yang diresmikan Menteri Pengangkutan Sarawak Dato' Sri Lee Kim Shin bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan.

Dato' Lee Kim Shin menggambarkan betapa bermaknanya momen itu bagi warga kedua wilayah.

“Jika sebelumnya perjalanan darat memakan waktu empat hingga lima jam, kini hanya kurang dari satu jam. Ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mempererat hubungan sejarah, budaya, dan kekeluargaan yang telah lama terjalin,” ujarnya usai peresmian pembukaan kembali rute penerbangan internasional di Ruang VIP Bandara Internasional Supadio.

Antusiasme masyarakat langsung terlihat dari data. Pada September 2025, sebanyak 54 penerbangan internasional tiba di Supadio dengan 5.298 penumpang datang, sementara 56 penerbangan berangkat ke luar negeri dengan total 6.431 penumpang, didominasi tujuan Kuching dan Kuala Lumpur.

Januari 2026: Maskapai Kedua Bergabung

Momentum itu terus berlanjut. laporan Antara (30/12/2025) menyebutkan, mulai 5 Januari 2026, maskapai Batik Air dari Lion Group resmi membuka rute penerbangan internasional Pontianak - Kuala Lumpur, dengan penerbangan perdana dari Kuala Lumpur menuju Pontianak, disusul keberangkatan dari Pontianak pada 6 Januari 2026.

Baca Juga: Pemulangan Jemaah Haji Kalbar Dimulai, Bandara Supadio Siaga Lima Hari Penuh

Pada tahap awal rute beroperasi tiga kali dalam sepekan, dengan pesawat yang dijadwalkan menginap di Bandara Supadio sebelum kembali terbang ke Malaysia keesokan harinya, sebuah tanda keyakinan maskapai terhadap potensi rute ini.

Juni 2026: Singapura dalam Jangkauan

Babak terbaru segera hadir. Maskapai Scoot dijadwalkan membuka rute Bandara Supadio Pontianak - Bandara Changi Singapura pada Juni 2026.

Ini bukan sekadar rute baru - ini adalah perwujudan dari harapan yang sudah lama disuarakan.

Gubernur Ria Norsan pernah menegaskan: “Ke depan, kami juga mendorong pembukaan rute Pontianak - Singapura, mengingat tingginya mobilitas warga kita ke sana.”

Dari sebuah bandara yang sempat kehilangan statusnya, Supadio kini sedang menulis babak baru, sebagai gerbang Kalimantan Barat menuju dunia. (*)

Editor : Miftahul Khair
#rute internasional #bandara internasional supadio #Status Bandara