Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Sinergi Akademisi dan Pemuda: Polnep Latih Karang Taruna Olah Jagung Jadi Mie Sehat

Silvina • Senin, 22 Juni 2026 | 10:51 WIB
Pelaksanaan Pengolahan Jagung Menjadi Mie (IST)
Pelaksanaan Pengolahan Jagung Menjadi Mie (IST)

 

PONTIANAK POST–Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi Pengolahan Hasil Perkebunan Terpadu (PHPT) Jurusan Teknologi Polnep memberikan pelatihan kepada para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna “Bangkit”. Melalui kegiatan ini, tim PKM bisa mendorong  diversifikasi pangan lokal bernilai ekonomis.

Tim PKM yang dipimpin Saniah dengan empat anggota pelaksana ini langsung turun ke lapangan memberikan transfer teknologi berupa cara pengolahan  jagung menjadi produk mie sehat bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini berlangsung  Selasa (9/6) 2026  di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh. Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Desa dan anggota Karang Taruna yang antusias mempraktikkan pengolahan jagung menjadi mie dari awal hingga akhir kegiatan.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengolah jagung menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi sebagai peluang usaha baru,” tutur Saniah di sela-sela kegiatan.   

Menurut Saniah,selama ini jagung umumnya belum termanfaatkan secara optimal dan cenderung langsung dijual dalam bentuk mentah. Lewat tim PKM Polnep, pihaknya  memperkenalkan jagung sebagai bahan baku alternatif untuk menghasilkan mie dalam rangka diversifikasi produk pangan.

Transfer Teknologi dari Kampus ke Masyarakat

Ketua tim pelaksana PKM menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk transfer teknologi dari perguruan tinggi khususnya Prodi PHPT, Polnep kepada masyarakat. Melalui pelatihan ini peserta diperkenalkan teknik pembuatan mie jagung mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi adonan, proses pencampuran, pencetakan mie, hingga mie yang siap di konsumsi.

Selain dibekali dengan teori, peserta juga mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan pembuatan mie jagung dengan pendampingan dari tim pelaksana.

“Jagung merupakan komoditas lokal di Desa Sungai Rasau. Dengan  teknologi sederhana, jagung dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” jelas Saniah.

Kepala Desa bersama Tim Pelaksana PKM dan anggota Karang Taruna berfoto setelah mengikuti pelatihan pengolahan jagung menjadi mie (IST)
Kepala Desa bersama Tim Pelaksana PKM dan anggota Karang Taruna berfoto setelah mengikuti pelatihan pengolahan jagung menjadi mie (IST)

Kepala Desa Apresiasi Kegiatan

Kepala Desa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim pelaksana PKM  yang telah memilih desanya sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama pemuda desa yang merupakan generasi penerus pembangunan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak hanya berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat desa,” ujar kepala desa setempat.

Beliau juga mengajak anggota Karang Taruna untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Karang Taruna Menjadi Motor Penggerak

Para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna “Bangkit” di Desa Sungai Rasau ini aktif mengikuti kegiatan dengan berdiskusi, bertanya, dan mencoba langsung proses pembuatan mie jagung. Bagi para peserta, pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki daya saing di pasaran.

Salah satu peserta mengungkapkan selama ini jagung hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional atau dijual dalam bentuk pipilan. Melalui pelatihan ini, mereka mengetahui jagung dapat diolah menjadi produk yaitu mie yang diminati berbagai kalangan.

Mendukung Ketahanan Pangan dan Kewirausahaan

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendukung program diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Pemanfaatan jagung sebagai bahan baku mie diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Karang Taruna, diharapkan muncul usaha-usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (vie/ser)

Editor : Silvina
#prodi phpt #jurusan teknologi polnep #karang taruna bangkit #olahan jagung #PKM POLNEP