PONTIANAK POST - Setiap tahun, ketika musim sembahyang kubur tiba, ribuan warga keturunan Tionghoa dari Singapura dan Malaysia berdatangan ke Kalimantan Barat.
Mereka pulang bukan untuk wisata, mereka pulang untuk ziarah, untuk membakar hio di depan makam leluhur, untuk menjalankan tradisi yang sudah berurat berakar berabad-abad lamanya.
Tapi selama lebih dari setahun, perjalanan pulang itu harus memutar. Bandara Supadio di Kubu Raya tidak punya pintu udara internasional.
Baca Juga: Resmi Internasional Lagi, Ini Profil Terbaru Bandara Supadio Kubu Raya
Mereka yang datang dari Singapura harus transit di Jakarta atau Kuala Lumpur dulu, baru bisa mendarat di tanah yang menjadi asal-usul keluarga mereka. Kini, pintu itu mulai terbuka kembali.
Bukan Sekadar Wisata
Ketika Bandara Supadio resmi kembali menjadi bandara internasional pada 4 Juni 2025, sebagian besar narasi yang muncul berkutat pada angka. Potensi wisatawan, pertumbuhan ekonomi, efek domino bagi UMKM. Semua itu penting. Tapi ada dimensi yang lebih dalam yang jarang disebut.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyentuhnya secara langsung dalam sambutannya.
“Bandara kita ini sekarang sudah bisa melayani rute penerbangan Pontianak–Kuching, Pontianak–Kuala Lumpur, dan Pontianak–Penang. Dan kita inginkan satu lagi supaya bisa melayani Pontianak–Singapura, karena di sini ada sembahyang kubur, kemudian ada Cap Go Meh dan hari-hari besar yang banyak menyedot turis dari luar negeri untuk berkunjung ke Kalbar,” ungkapnya dikutip dari laman Pemprov Kalbar (4/6/2025).
Baca Juga: Sejarah Bandara Supadio Kubu Raya, Dari Lapangan Terbang Sungai Durian hingga Gerbang Asia Tenggara
Rute Singapura: Impian yang Hampir Nyata
Reaktivasi Bandara Supadio membuka harapan baru, khususnya bagi komunitas diaspora yang selama ini paling merasakan dampak terputusnya koneksi udara langsung.
Gubernur Ria Norsan secara tegas mendorong agar rute Pontianak–Singapura segera terwujud.
“Kalau penerbangan kita sudah ada, insyaallah penerbangan ini akan ramai. Dan selama penerbangan ini terhenti, perekonomian kita juga ikut berpengaruh,” tegasnya.
Sinyal dari maskapai pun sudah menggembirakan. Scoot, anak usaha Singapore Airlines, sudah datang langsung mengecek kondisi Bandara Supadio. EGM PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Muhammad Iwan Sutisna tidak menyembunyikan harapannya.
“Kami berharap ke depannya masyarakat Kalbar bisa terbang langsung ke Singapura dari Pontianak, tanpa harus transit di kota lain,” katanya dikutip dari Antara (29/6/2025). (*)
Editor : Miftahul Khair