Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Hadapi Ancaman Banjir dan Karhutla Bersamaan, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan

Idil Aqsa Akbary • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:47 WIB
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel

PONTIANAK POST - Kalimantan Barat saat ini menghadapi ancaman bencana ganda. Di satu sisi, sejumlah daerah masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi basah berupa banjir, dan tanah longsor. Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat seiring munculnya sejumlah titik kebakaran di beberapa kabupaten.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel mengatakan, berdasarkan laporan per 24 Juni 2026, pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan karhutla yang terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah.

Untuk bencana hidrometeorologi basah, sejumlah kabupaten masih menetapkan status siaga darurat. Di antaranya Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, serta Sintang yang melakukan perpanjangan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. 

Baca Juga: Ria Norsan Targetkan Jalan Mantap di Kalbar Capai 80 Persen pada Tahun 2030

“Selain itu, Kabupaten Mempawah, dan Ketapang juga sebelumnya menetapkan status serupa sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem,” ungkap Daniel, Rabu (24/6).

Laporan terbaru juga mencatat, kejadian banjir di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, pada 23 Juni. Banjir merendam akses jalan di Desa Balai Pinang, dan Desa Botuh Besi. Meski demikian, kondisi terkini menunjukkan debit air mulai surut, dan petugas terus melakukan pemantauan di lapangan.

Di saat yang sama, ancaman karhutla mulai mendapat perhatian serius. Berdasarkan hasil patroli lapangan pada 23 Juni, petugas menemukan beberapa lokasi lahan terbakar.

Di Kabupaten Mempawah, kebakaran terpantau di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, dengan luas sekitar dua hektare, dan telah berhasil dipadamkan. Selain itu, kebakaran seluas sekitar 0,5 hektare juga ditemukan di Desa Pantek, Kecamatan Sadaniang.

Baca Juga: Pengawasan LPG 3 Kilogram Diperketat, Dapur MBG Tak Boleh Pakai Gas Subsidi

Sementara di Kabupaten Bengkayang, petugas menemukan lahan terbakar sekitar satu hektare di Desa Jahandung, Kecamatan Monterado. “Lahan tersebut diduga sengaja dibakar untuk penanaman kelapa sawit. Kebakaran lain seluas sekitar 1,03 hektare juga ditemukan di Desa Serindu, Kecamatan Monterado,” terangnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD bersama Satgas Karhutla terus melaksanakan patroli darat, dan udara. Sejumlah helikopter, dan pesawat patroli udara juga masih disiagakan guna memantau wilayah rawan karhutla di Kalbar. Patroli udara pada 24 Juni difokuskan antara lain di wilayah Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, Bengkayang, Landak, dan Sanggau.

Daniel mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca. 

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Pontianak Picu Potensi Karhutla, Warga Diminta Waspada

“Selain mewaspadai banjir, dan tanah longsor, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” pesannya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah kabupaten juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla, antara lain Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi. Bahkan Kabupaten Mempawah juga sempat menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap akibat karhutla pada Februari lalu.(bar)

Editor : Hanif
#Cuaca Ekstrem #kalbar #bpbd #karhutla #banjir