PONTIANAK POST —Setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan penerangan, warga Dusun Teluk Air, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, kini mulai menikmati akses listrik yang lebih layak. Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya menerangi rumah warga pesisir, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program penyediaan akses listrik tersebut diresmikan Sabtu (20/6) melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari (EKL). Peresmian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta penyerahan genset berkapasitas 65 kVA untuk melayani kebutuhan listrik warga.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan program tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Baca Juga: Momen Bersejarah di Ketapang, Listrik PLN Resmi Masuk Desa Pangkalan Batu dan Ubah Harapan Warga
"Hadirnya penyediaan akses listrik ini bentuk langkah konkret dan keseriusan kami untuk memberikan atensi yang tujuannya ingin menyejahterakan masyarakat Desa Batu Ampar," katanya.
Menurut Sujiwo, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Ia mengapresiasi PT EKL yang telah berkontribusi menyediakan genset yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat Dusun Teluk Air.
Meski genset menjadi solusi awal, Pemkab Kubu Raya tetap mendorong masuknya jaringan listrik PLN agar masyarakat memperoleh layanan energi yang lebih permanen.
"Sudah 81 tahun merdeka, tetapi masyarakat di sini belum teraliri listrik. Ini harus kita seriuskan agar ke depan PLN bisa masuk ke Teluk Air," ujarnya.
Baca Juga: Momen Bersejarah di Ketapang, Listrik PLN Resmi Masuk Desa Pangkalan Batu dan Ubah Harapan Warga
Selain listrik, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Jalan menuju Dusun Teluk Air akan menjadi prioritas melalui perubahan anggaran tahun ini, sementara pembangunan dermaga ditargetkan terealisasi paling lambat tahun depan.
Sujiwo menegaskan pembangunan Batu Ampar tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui bantuan nelayan, penguatan UMKM, serta dukungan bagi kelompok pemuda. Pembangunan tersebut, katanya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian mangrove yang menjadi kekayaan utama kawasan pesisir tersebut.
Ia juga menilai kehadiran listrik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Batu Ampar sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan. Potensi mangrove dan kehidupan masyarakat pesisir dinilai dapat menjadi daya tarik yang memberi nilai tambah bagi perekonomian warga.
Baca Juga: Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kubu Raya Lampaui Target Harian Pendataan BPS
"Kita akan terus berkolaborasi dengan pihak swasta, pihak ketiga, dan berbagai jejaring agar Batu Ampar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera," tegasnya. (ash)
Editor : Hanif