PONTIANAK POST – Rencana pembangunan jalur Kereta Api Trans Kalimantan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) kembali mendapat dukungan dari kalangan legislatif di Kalimantan Barat. Anggota Komisi IV DPRD Kalbar, Moh. Darwis, menilai proyek tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Darwis, pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan bukanlah wacana baru. Program tersebut telah lama masuk dalam agenda pemerintah pusat melalui proyek Kereta Api Trans Kalimantan yang dirancang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Borneo.
"Jalur kereta api ini memang sudah lama direncanakan dan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional. Panjang jaringan Trans Kalimantan mencapai sekitar 2.772 kilometer yang ditargetkan menghubungkan seluruh wilayah di Pulau Kalimantan," kata Darwis, Kamis (25/6).
Baca Juga: Kaltara Siapkan Kereta Api Logistik, Biaya Angkut Batu Bara dan Sawit Bakal Turun Drastis
Politisi PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kubu Raya-Mempawah itu berharap pemerintah pusat segera merealisasikan proyek tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Menurutnya, manfaat paling nyata adalah terbukanya peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda Kalimantan Barat.
"Kami berharap pusat pengelolaan atau induk kegiatan proyek ini berada di Kalimantan Barat sehingga anak-anak muda Kalbar memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dan terlibat dalam pembangunan tersebut," ujarnya.
Selain menyerap tenaga kerja, Darwis menilai keberadaan jalur kereta api akan memperkuat sistem distribusi logistik di Kalimantan. Biaya angkut barang diperkirakan menjadi lebih efisien sehingga harga berbagai kebutuhan masyarakat juga berpotensi lebih terjangkau.
Baca Juga: Kaltara Jadi Titik Awal, Wujud Kereta Api Pertama di Kalimantan Ditargetkan Terlihat pada 2029
"Distribusi barang maupun mobilitas orang akan menjadi jauh lebih mudah. Dampaknya biaya logistik bisa ditekan dan harga barang menjadi lebih murah," katanya.
Ia juga meyakini proyek tersebut akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini tengah berupaya menggali berbagai potensi sumber pendapatan daerah, dan pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu faktor penting yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Secara tidak langsung tentu akan meningkatkan PAD. Pemerintah provinsi juga sedang menggali berbagai potensi pendapatan daerah dan proyek seperti ini akan menjadi salah satu penggeraknya," jelasnya.
Darwis menambahkan, apabila jaringan kereta api nantinya terkoneksi hingga wilayah Sarawak, Malaysia, dan Brunei Darussalam, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar karena telah menjadi jalur transportasi internasional di Pulau Borneo.
Menurutnya, konektivitas lintas negara tersebut akan memperlancar arus perdagangan, meningkatkan sektor pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia di kawasan utara Kalimantan.
"Kalau nanti sudah terkoneksi dengan Sarawak dan Brunei, ini bukan lagi sekadar jalur Kalimantan, tetapi menjadi jalur Borneo berskala internasional. Efek dominonya sangat besar, mulai dari distribusi barang, peningkatan kunjungan wisatawan, perdagangan lintas negara, hingga pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Baca Juga: Rp25 Triliun Tanpa Sepeser APBD, Taruhan Besar Swasta di Rel Kereta Kaltara
Ia berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti rencana pembangunan tersebut agar Kalimantan Barat dapat memperoleh manfaat maksimal dari posisi strategisnya sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurut Darwis, kehadiran jalur kereta api lintas Borneo akan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam memperkuat konektivitas kawasan, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Pulau Kalimantan. (den)
Editor : Miftahul Khair